Menariknya, ketika perdebatan mengenai peran negara dalam ekonomi sedang berlangsung, Indonesia saat ini juga tengah menjalankan proyek statistik terbesar dalam satu dekade terakhir: Sensus Ekonomi 2026.

Sebagian orang mungkin melihatnya sekadar sebagai kegiatan pendataan rutin yang dilakukan Badan Pusat Statistik. Padahal, hasil sensus tersebut berpotensi menjadi cermin paling jujur untuk melihat arah ekonomi Indonesia.

Sensus ini bukan hanya akan menghitung berapa banyak usaha yang ada. Yang lebih penting, ia dapat menunjukkan apakah ekosistem kewirausahaan Indonesia sedang menguat atau justru kehilangan tenaga.

Ketika hasilnya dipublikasikan nanti, perhatian publik kemungkinan akan tertuju pada angka-angka besar: jumlah unit usaha, kontribusi sektor ekonomi, atau laju pertumbuhan bisnis.

Padahal, ada pertanyaan lain yang jauh lebih menarik untuk dicari jawabannya.

Apakah jumlah usaha baru tumbuh lebih cepat dibanding satu dekade sebelumnya? Apakah semakin banyak usaha mikro yang berhasil naik kelas menjadi usaha kecil dan menengah?

Apakah pelaku usaha semakin tersebar atau justru semakin terkonsentrasi?

Dan yang paling penting, apakah Indonesia masih menjadi tempat yang menarik bagi orang-orang yang ingin mengambil risiko dan membangun usaha?

Sebab ukuran keberhasilan ekonomi sesungguhnya tidak berhenti pada berapa banyak pekerjaan yang berhasil diciptakan.

Pertanyaan yang lebih menentukan adalah apakah semakin banyak warga yang merasa yakin bahwa mereka masih memiliki ruang untuk menciptakan pekerjaan bagi orang lain.

Pada akhirnya, sebuah bangsa tidak menjadi makmur hanya karena berhasil memperbanyak pekerja.

Bangsa menjadi makmur ketika semakin banyak warganya percaya bahwa masa depan dapat dibangun melalui keberanian mengambil risiko, menemukan peluang, dan menciptakan nilai tambah.

Karena itu, ketika hasil Sensus Ekonomi 2026 diumumkan, mungkin ada satu angka yang layak mendapat perhatian lebih besar daripada angka pertumbuhan itu sendiri: apakah jumlah pencipta kerja bertambah secepat jumlah pencari kerja?

Sebab negara mungkin dapat menciptakan pekerjaan.

>>> Aturan Batas Usia Penerimaan Murid Baru PAUD 2026 Resmi Berlaku

Namun, kemakmuran jangka panjang selalu bergantung pada satu kelompok yang jauh lebih sulit diciptakan oleh kebijakan apa pun: para pengusaha.