Sebelum kesepakatan, sempat ada keraguan akibat aksi saling serang antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Sentimen positif bertambah setelah Selat Hormuz dibuka kembali atas izin Trump, yang langsung menurunkan harga minyak mentah AS sebesar 4,9 persen ke 80,75 dolar AS per barel.

Wakil Presiden AS JD Vance memperkirakan Selat Hormuz akan tetap beroperasi tanpa pungutan biaya jangka panjang.

Penurunan harga minyak dinilai sebagai sinyal kuat bagi kebijakan moneter Federal Reserve menjelang rapat FOMC.

"Turunnya harga minyak ke level 80 dolar AS merupakan sinyal kuat, terutama karena ini pekan rapat FOMC.

>>> Harga Emas Dunia Melonjak Imbas Pelemahan Dolar AS dan Damai AS-Iran

Kondisi itu menunjukkan tidak ada kebutuhan menaikkan suku bunga dan tekanan harga kemungkinan mereda relatif cepat," lanjut Brian Mulberry.