SpaceX mencatatkan penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah setelah berhasil mengumpulkan dana tambahan USD10 miliar.

Total dana yang terkumpul mencapai USD85,7 miliar, melampaui perkiraan awal yang hanya USD75 miliar.

>>> Klasemen Grup G Piala Dunia 2026: Selandia Baru Puncaki, Iran Posisi Dua

Perusahaan roket dan kecerdasan buatan milik Elon Musk ini resmi bergabung dengan bursa saham Nasdaq New York.

Mekanisme Greenshoe Dorong Dana Tambahan

Bank-bank yang mendukung IPO menggunakan klausul greenshoe, yang memungkinkan pembelian tambahan saham hingga USD10 miliar.

Opsi penjatahan berlebih ini digunakan untuk memenuhi permintaan investor yang sangat tinggi.

Para penjamin emisi, termasuk Goldman Sachs, Bank of America, dan JPMorgan, membeli 83,3 juta saham tambahan langsung dari perusahaan.

>>> Iran Imbangi Selandia Baru 2-2 di Laga Pembuka Grup G Piala Dunia 2026

Harga saham SpaceX melonjak lebih dari 19% menjadi USD192, dari harga awal USD135 per saham.

Valuasi perusahaan mencapai USD1,8 triliun, menjadikan Elon Musk sebagai triliuner berdasarkan perhitungan Bloomberg.

Namun, para analis memperingatkan bahwa valuasi tinggi menyisakan sedikit ruang untuk kesalahan.

>>> Ketahui Pihak yang Berhak Menerima Warisan Tanah untuk Cegah Sengketa

Pertanyaan muncul tentang kemampuan SpaceX mempertahankan pertumbuhan di tengah pengawasan regulasi dan persaingan sektor ruang angkasa komersial.