Porsi saham publik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kini bertambah menjadi 25,7 persen.

Langkah ini membuka ruang partisipasi investor yang lebih luas sekaligus memperkuat profil likuiditas saham emiten petrokimia terbesar di Indonesia tersebut.

>>> Harga Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Berpotensi Melemah

Peningkatan free float ini terjadi akibat penyesuaian kepemilikan saham oleh SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC). Aksi rebalancing ini dilakukan demi mendukung agenda deleveraging perusahaan induknya.

Perubahan komposisi kepemilikan saham tersebut dipastikan tidak mengubah kendali atas perseroan.

Barito Pacific, SCGC, dan Thai Oil tetap menjadi pemegang saham utama dengan kepemilikan gabungan sekitar 74,3 persen sebagai fondasi ekspansi jangka panjang.

Dampak pada Likuiditas dan Tata Kelola

Analis Verdhana Sekuritas, Nizam Syafik, menilai peningkatan free float ini membuat TPIA melampaui ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia.

Likuiditas saham yang meningkat juga membuatnya lebih menarik bagi investor institusi global.

"Langkah rebalancing yang dilakukan SCGC tidak mengubah tata kelola, manajemen, maupun arah strategis perusahaan.

TPIA tetap menjalankan agenda pertumbuhan yang telah dirancang di sektor energi, kimia, dan infrastruktur," ujar Nizam.

Nizam menilai kekuatan utama TPIA saat ini terletak pada transformasi fundamental bisnis.

Perusahaan yang semula sangat bergantung pada siklus margin petrokimia kini telah berubah menjadi platform bisnis terintegrasi yang mencakup energi, kimia, dan infrastruktur.

Dalam tiga tahun terakhir, TPIA berkembang dari aset single cracker senilai sekitar US$1,8 miliar menjadi platform bisnis potensial.

Potensi pendapatan emiten ini sekarang diperkirakan mampu mencapai US$7 miliar hingga US$10 miliar.

Transformasi tersebut dipercepat melalui akuisisi Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) yang kini beroperasi dengan nama Aster.