PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) bersiap menyusun peta jalan atau roadmap untuk memenuhi ketentuan porsi saham publik (free float) sebesar 15 persen yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hingga 31 Maret 2026, kapitalisasi pasar FPNI masih di bawah Rp5 triliun dengan free float hanya 7,5 persen atau 417,51 juta lembar saham dari total 5,56 miliar lembar saham beredar.

>>> AFTECH Dorong Ekosistem Pinjaman Daring Sehat dan Berdampak

Mayoritas saham emiten ini masih dikuasai Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd sebesar 92,5 persen atau 5,14 miliar lembar.

Direktur Lotte Chemical Titan Calvin Wiryapranata dalam Public Expose 2026 di Jakarta mengatakan, karena perusahaan masih baru dan pasar belum bergejolak, manajemen perlu menemukan momentum tepat untuk membuat roadmap.

Manajemen masih mengkaji berbagai opsi linear di pasar modal untuk mengejar target peningkatan saham publik. Namun, belum ada arahan atau keputusan resmi dari pemegang saham pengendali.

"Akan kami pelajari.

>>> Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026

Jadi belum ada keputusan apapun dari pemegang saham, apakah akan terus listing atau go private atau apa, sama sekali belum ada pembicaraan," ujar Calvin.

Sebelumnya, BEI memperbarui aturan minimum free float 15 persen melalui Peraturan Bursa Nomor I-A dan Surat Edaran SE-00004/BEI/03-2026 yang berlaku sejak 31 Maret 2026.

Aturan diterapkan bertahap berdasarkan tiering kapitalisasi pasar.

>>> Gilberto Mora Cetak Sejarah sebagai Pemain Termuda Meksiko di Piala Dunia

Perusahaan dengan kapitalisasi di bawah Rp5 triliun memiliki tenggat hingga 31 Maret 2029 untuk memenuhi free float 15 persen.