Menteri Lingkungan Hidup RI, Moh. Jumhur Hidayat, mengunjungi booth Chandra Asri Group pada pameran Invirotech 2026.

Kunjungan ini untuk meninjau sejumlah inovasi pengelolaan sampah yang mendukung ekonomi sirkular.

>>> PT Phapros Tbk Siapkan Lima Strategi Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, memaparkan berbagai inisiatif ekonomi sirkular yang telah dijalankan perusahaan bersama mitra strategis.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah CIRCLO, produk cacahan aspal untuk campuran aspal plastik.

Melalui inisiatif tersebut, Chandra Asri Group telah berkontribusi pada pembangunan lebih dari 135 kilometer jalan aspal plastik di berbagai daerah.

Program ini juga berhasil memanfaatkan lebih dari 155 juta kantong plastik bernilai rendah yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir.

Inovasi Lain dan Dampak Ekonomi Sirkular

Selain CIRCLO, Chandra Asri Group juga menampilkan produk PLUSRI, yaitu minyak pirolisis hasil pengolahan sampah plastik.

Produk ini dikembangkan di fasilitas pengelolaan sampah binaan berbasis masyarakat, IPST ASARI, dan telah dimanfaatkan dalam operasional perusahaan.

>>> Memaknai Tahun Baru Islam dengan Muhasabah dan Efisiensi Waktu

Inisiatif ini tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mendukung terciptanya nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pendekatan pengelolaan dilakukan mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali menjadi produk bernilai tambah.

Strategi ini dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dapat berkontribusi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Chandra Asri Group terus mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi sampah yang berakhir di lingkungan melalui berbagai inisiatif ekonomi sirkular.

>>> Pemerintah Revitalisasi 71.744 Satuan Pendidikan dengan Anggaran Rp14 Triliun

Langkah ini diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas, serta mendukung target pengurangan sampah nasional.