Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai pulih setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai untuk membuka kembali jalur tersebut.

Perusahaan energi India, Petronet LNG, mengirimkan kapal tanker gas alam cair (LNG) pada Senin (15/6/2026) sebagai langkah awal pasca-kesepakatan.

>>> NPGF Catat Kenaikan Penjualan 109,8 Persen pada Kuartal I/2026

Berdasarkan data pelacakan kapal, pengiriman ini menjadi satu-satunya pelayaran yang tercatat setelah kesepakatan damai kedua negara.

Meski demikian, volume lalu lintas armada di perairan tersebut masih sangat terbatas. Para pelaku industri pelayaran bersikap hati-hati dan menunggu kejelasan lebih lanjut, termasuk kepastian pembersihan ranjau.

Dampak pada Pasar Energi

Meredanya ketegangan geopolitik berdampak langsung pada pasar energi. Harga minyak dunia turun sekitar 4% pada Senin.

Penurunan tersebut dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap rencana penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran di Swiss pada Jumat mendatang terkait pemulihan pelayaran Selat Hormuz.

>>> Dishub DKI Tiadakan Ganjil Genap pada Selasa Pekan Depan

Sejak konflik pecah pada 28 Februari, aktivitas perdagangan di Selat Hormuz sebagian besar terhenti.

Jalur ini merupakan rute transit krusial bagi seperlima pasokan minyak dan LNG dunia, serta jalur utama pengiriman aluminium dan urea.

Data dari Kpler dan LSEG menunjukkan bahwa kapal tanker LNG Disha mengangkut muatan dari fasilitas Ras Laffan di Qatar pada 1–2 Maret dan bertahan di sisi barat Selat Hormuz.

>>> Livin' by Mandiri Tembus 40,3 Juta Pengguna, Transaksi Capai Rp 2.083 Triliun

Sumber yang mengetahui transaksi ini menyebutkan bahwa kargo LNG tersebut akan dikirim menuju terminal Dahej di India, meski data pelacakan tidak menampilkan tujuan akhir kargo.