Dua kapal tanker minyak milik PT Pertamina (Persero) hingga saat ini masih berada di kawasan Teluk Arab.

Kedua supertanker tersebut adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro.

>>> Efek Relativistik Penyebab Merkuri Tetap Cair pada Suhu Kamar

Keberadaan mereka berlanjut setelah Presiden AS Donald Trump menyelesaikan kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat pekan ini.

"Saat ini kapal masih berada di kawasan Teluk Arab.

Pertamina tetap mengedepankan keselamatan kru dan operasional kapal," ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Senin (15/6/2026).

Pertamina menyambut positif perkembangan menuju kesepakatan damai tersebut.

Langkah ini dinilai dapat mendukung stabilitas kawasan dan kelancaran jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi energi strategis global.

"Pertamina melalui Pertamina International Shipping (PIS) terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, dan otoritas setempat untuk memastikan keamanan dan kesiapan operasional perjalanan kapal tanker bila jalur telah terbuka," tambah Baron.

Kedua kapal tanker BUMN tersebut tercatat sudah tertahan di wilayah Teluk Persia dan belum bisa melintasi Selat Hormuz sejak awal Maret 2026.

Kementerian ESDM sebelumnya menyatakan akan menggiatkan langkah diplomasi agar kapal dapat segera bergerak dari lokasi terakhirnya.

"Kan banyak tuh berita-berita 'oh katanya sudah diselamatkan dan lain-lain'. Sampai saat ini berita seperti itu belum tervalidasi.

Jadi masih tertahan infonya," kata Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Rabu (11/3/2026).

"Iya, kalau diplomasi tentu terus dilakukan," tegasnya.

Data dari PIS menunjukkan bahwa Gamsunoro saat ini melayani kargo untuk konsumen pihak ketiga.

Sementara itu, Pertamina Pride mengangkut pasokan minyak mentah jenis light crude oil untuk kebutuhan domestik.