Amerika Serikat dan Iran resmi mencapai kesepakatan untuk menghentikan seluruh operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon.

Kesepakatan tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku mediator pada Minggu atau Senin pagi WIB.

>>> Promo HokBen HUT Jepara 12 April 2026, Paket Makan Berdua Rp 61.300

"Setelah melalui pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan Kesepakatan Damai antara AS dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI," ujar Shehbaz Sharif.

Presiden AS Donald Trump turut mengonfirmasi rampungnya kesepakatan tersebut pada Senin (15/6/2026) melalui platform Truth Social.

Trump menginstruksikan pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade Angkatan Laut AS yang melumpuhkan jalur logistik vital global sejak akhir Februari.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," tulis Donald Trump.

Dampak Ekonomi dan Respons Internasional

Penurunan biaya energi diproyeksikan terjadi pascapembukaan kembali jalur perdagangan utama tersebut.

>>> Ookla Rilis Daftar Negara Peserta Piala Dunia 2026 dengan Internet Tercepat

Sebelumnya, blokade sempat memicu lonjakan harga gas, energi, dan pupuk internasional.

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan, "Kami akan mampu menekan biaya energi, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk jangka panjang."

Pemerintah Qatar menyambut baik langkah perdamaian ini demi pemulihan ekonomi kawasan serta internasional.

Sementara itu, Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia bersiap mencabut sanksi terhadap Iran dengan syarat adanya jaminan konkret terkait program nuklir.

>>> Kurs Rupiah 15 Juni 2026 Menguat ke Rp 17.709 per Dolar AS

Upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026).