Nilai tukar rupiah di pasar spot mencatat penguatan signifikan pada awal pekan ini.

Berdasarkan data dari Investasi, mata uang Garuda ditutup di level Rp 17.709 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (15/6/2026).

>>> Cara Mengajukan TikTok PayLater 2026 dan Syarat Lengkapnya

Angka tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 0,85% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu yang berada di Rp 17.860 per dolar AS.

Penguatan ini sekaligus menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan kenaikan tertinggi di kawasan Asia pada sore hari itu.

Mayoritas mata uang Asia lainnya juga terpantau kompak menguat terhadap dolar AS.

>>> Pemerintah Salurkan Dana PIP Juni 2026 Melalui Tiga Bank

Di bawah rupiah, peso Filipina dan rupee India sama-sama menguat 0,53%, disusul baht Thailand yang terapresiasi 0,43%.

Mata uang lain yang ikut menguat adalah dolar Taiwan (0,25%), dolar Singapura (0,21%), ringgit Malaysia (0,19%), won Korea (0,15%), yen Jepang (0,09%), dan yuan China (0,07%).

Satu-satunya mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS sore ini adalah dolar Hong Kong, dengan penurunan tipis sebesar 0,001%.

>>> Biaya Tol dan BBM Innova Zenix Hybrid Jakarta-Bandung

Pergerakan ini sejalan dengan indeks dolar AS yang tertekan ke posisi 99,53, melemah dari level 99,74 pada akhir pekan lalu.