Konten kuliner menjadi salah satu yang paling populer di media sosial. Banyak orang mencari rekomendasi makan lewat video food influencer.

Namun, tidak semua kebiasaan mereka disukai penonton. Beberapa perilaku dianggap berlebihan dan mengganggu.

>>> Kementan: Indonesia Capai Swasembada Pangan, Impor Hanya 4%

Kebiasaan yang Sering Bikin Kesal

Pertama, menyebut semua tempat makan sebagai 'hidden gem'. Istilah ini sering disalahgunakan untuk menarik perhatian, padahal restoran tersebut sudah lama populer.

Akibatnya, makna hidden gem menjadi kabur. Penonton kesulitan membedakan tempat yang benar-benar unik.

Kedua, reaksi berlebihan saat mencicipi makanan. Ekspresi takjub, mata membelalak, dan anggukan kepala yang dibuat-buat justru mengurangi kepercayaan.

Penonton kini lebih menghargai respons natural dan jujur.

Ketiga, terlalu lama merekam hingga mengganggu pengunjung lain. Proses pengambilan konten dengan kamera dan lampu di area ramai sering mengganggu kenyamanan.

>>> Harashta Haifa Zahra Ungkap Ritual Mandi Aroma Favorit Dongkrak Percaya Diri

Pengunjung restoran datang untuk menikmati makanan dengan tenang, bukan untuk menjadi latar video.

Keempat, meminta makanan gratis di setiap kesempatan. Sebagian influencer dengan pengikut besar kerap mengeluh atau meminta gratis demi konten.

Padahal, membayar makanan adalah bentuk dukungan terbaik dan menghargai kerja keras pelaku usaha.

Kelima, menutupi kekurangan demi konten positif. Influencer hanya menyampaikan hal baik dan menyembunyikan keburukan.

>>> BSI Perluas Ekspansi Internasional ke Timur Tengah

Praktik ini membuat penonton mendapat gambaran kurang akurat. Kejujuran soal rasa, kebersihan, dan pelayanan sangat membantu konsumen.