Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan nasional. Pernyataan ini disampaikan pada Senin (15/6/2026) di Jakarta.

Capaian ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Meski demikian, pemerintah masih mendatangkan tiga komoditas strategis dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik.

>>> Harashta Haifa Zahra Ungkap Ritual Mandi Aroma Favorit Dongkrak Percaya Diri

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, volume impor pangan Indonesia saat ini hanya sekitar 4% dari total kebutuhan nasional.

Jumlah tersebut berada di bawah ambang batas 10% yang ditetapkan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sebagai indikator kemandirian pangan.

"Kebutuhan [komoditas pangan] kita sekitar 68 juta ton, produksi mencapai 73 juta ton. Impor hanya sekitar 3,5 juta ton atau sekitar 4%.

Berdasarkan konsensus FAO, impor di bawah 10 persen sudah termasuk swasembada. Jadi saat ini kita sudah swasembada pangan," ujar Amran dalam keterangan tertulis.

>>> BSI Perluas Ekspansi Internasional ke Timur Tengah

Pemerintah mencatat, delapan dari 11 komoditas pangan utama yang dikendalikan kini sudah dipasok sepenuhnya oleh produksi petani dalam negeri.

Pemenuhan pangan nasional berada pada posisi aman dan menjadi pilar utama dalam mengendalikan laju inflasi.

Ke depan, Kementan akan fokus pada peningkatan produksi di tingkat petani serta perbaikan sistem distribusi.

>>> Warga Desa Rekesan Pasuruan Gelar Tradisi Sedekah Bumi

Langkah sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menekan ketergantungan pada sisa komoditas impor yang masih ada.