Danantara resmi menaikkan nilai penerbitan obligasi internasional dari rencana awal US$ 1 miliar menjadi US$ 1,5 miliar.

Keputusan ini diambil setelah permintaan investor asing dalam proses book building menembus US$ 4,6 miliar, atau lebih dari tiga kali lipat target awal.

>>> Buku Sisi Balik Permadani Bongkar Peran Penting Penerjemah Sastra

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengumumkan hal tersebut dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

"Dari rencana US$ 1 miliar yang ingin kami capai, book building yang masuk kurang lebih US$ 4,6 miliar.

Sehingga kami meng-upsize menjadi US$ 1,5 miliar," jelas Rosan.

Obligasi ini terbagi dalam dua tenor.

>>> Mengenal Berbagai Peringatan Penting dalam Daftar Hari Besar 18 Februari

Tenor 5 tahun senilai US$ 750 juta dengan imbal hasil 5,35%, dan tenor 10 tahun senilai US$ 750 juta dengan imbal hasil 5,95%.

Manajemen Danantara telah bertemu dengan 122 investor dari berbagai negara yang aktif di pasar modal Indonesia.

Rosan menambahkan, respons positif ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional masih tinggi.

>>> Rosan Ungkap Alasan Danantara Belum Rilis Laporan Keuangan

Proses penandatanganan kesepakatan telah rampung pada 11 Juni 2026, dan dana diperkirakan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.