Kondisi ini merupakan sinyal kuat terjadinya kerusakan pada organ penyaring tubuh.

Unit penyaring ginjal atau glomeruli bertugas menahan zat berukuran besar agar tidak terbuang. Ketika komponen ini rusak, sel darah merah dapat lolos sehingga urine berubah warna menjadi gelap.

Konsultan Nefrologi Rumah Sakit CK Birla Gurugram, Dr Mohit Khirbat, menguraikan pemicu lain dari munculnya warna kemerahan, seperti pendarahan internal di saluran kemih akibat batu, keganasan, atau infeksi.

Urine juga bisa berwarna kemerahan pada kasus penyakit glomerulus primer yang disebut glomerulonefritis.

>>> FIFA Buka Suara Soal Kontroversi Penalti Swiss vs Qatar

Ahli bedah urologi Dr Nipun AC mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan kemunculan warna merah dan cokelat tua pada urine.

Faktor pemicunya bisa berupa batu ginjal, infeksi saluran kemih, hingga tanda awal kanker kandung kemih dan kanker ginjal.

Waspada Urine Berbusa

Selain perubahan warna, keberadaan buih atau busa yang intens di dalam urine juga memerlukan perhatian medis serius. Gelembung berlebih tersebut menjadi indikasi awal lolosnya protein akibat gangguan ginjal.

Dr Nipun AC menegaskan pentingnya pemeriksaan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari kondisi urine yang berbuih.

Urine keruh atau berbusa dapat menjadi tanda penyakit ginjal atau kondisi kandung kemih.

Gejala Fisik Kerusakan Ginjal

Kerusakan fungsi ginjal sering kali tidak memunculkan gejala klinis yang kasat mata, terutama saat penyakit masih berada pada stadium awal.

Menurut dr Djoko Wibisono, tanda-tanda kerusakan umumnya baru terlihat jelas ketika kondisi pasien telah memasuki derajat lima.

Beberapa gejala fisik yang kerap muncul meliputi pembengkakan di area kelopak mata, tungkai, pergelangan kaki, paha, hingga perut akibat tubuh gagal membuang natrium secara optimal.