Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada pada 12 Juni hingga 20 Juni 2026 menjadi perhatian para pakar kesehatan.

Turnamen yang mempertemukan 48 tim dalam 104 pertandingan ini dinilai membawa risiko kesehatan bagi para penggemar yang berkumpul dalam jumlah besar.

>>> Yamaha CLASSY Modifest 2026 Bandung Gandeng BBQ Ride, Dominasi Rally Sport Vintage

Meskipun tiga negara tuan rumah mengalami lonjakan kasus campak baru-baru ini, para ahli menyatakan bahwa risiko penularan virus tersebut selama turnamen tetap rendah.

Kasus penyakit langka lain seperti Ebola dan hantavirus juga dinilai kecil kemungkinan untuk beredar selama kompetisi berlangsung.

Ancaman Kesehatan yang Lebih Umum

Ancaman kesehatan yang lebih umum justru datang dari penyakit yang berkaitan dengan cuaca panas karena pertandingan digelar di luar ruangan pada musim panas.

Selain itu, potensi penyebaran infeksi saluran pernapasan di tengah kerumunan massa serta gigitan nyamuk pembawa penyakit tetap perlu diwaspadai.

Professor kedokteran, kebijakan kesehatan, dan penyakit menular di Universitas Vanderbilt, William Schaffner, MD, memberikan pandangannya.

"Masalah yang paling umum adalah penyakit yang berhubungan dengan panas, dengan jatuh, diabetes, kejang, dan nyeri dada juga perlu diperhatikan," kata William Schaffner.

William Schaffner menambahkan bahwa persiapan matang dari semua lembaga terkait menjadi kunci utama keberhasilan mitigasi. "Konsep mendasar adalah persiapan — perencanaan oleh semua lembaga terkait.

Kita telah melakukan ini dengan baik sebelumnya dan seharusnya mampu mengelola acara Piala Dunia juga," ujar William Schaffner.

Risiko Ebola dan Campak Sangat Rendah

Kekhawatiran global sempat meningkat seiring pengumuman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan internasional.