Selain sampel air, percakapan internet dan aktivitas media sosial juga dipantau secara aktif oleh petugas kesehatan masyarakat.

Langkah ini diambil agar indikasi awal mengenai kemunculan penyakit menular dapat segera diidentifikasi dan diminimalkan penyebarannya.

Keterlibatan CDC dan Panduan Keselamatan Penggemar

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) terlibat aktif dalam struktur koordinasi federal di bawah Gugus Tugas Piala Dunia FIFA 2026 Gedung Putih.

CDC berkolaborasi secara berkala dengan departemen kesehatan di kota-kota penyelenggara serta organisasi mitra lainnya.

Melalui Program Perjanjian Kerja Sama Insight Net, CDC menilai risiko masuknya patogen berbahaya dari luar negeri.

Petugas CDC di pintu masuk pelabuhan dan bandara juga bersiaga selama 24 jam bersama otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.

Sebuah dasbor data khusus telah dikembangkan oleh CDC untuk mempermudah departemen kesehatan lokal memantau tren penyakit.

CDC juga menyediakan situs panduan kesehatan yang memuat sejumlah tips penting untuk para pemain dan pengunjung.

Langkah pencegahan yang disarankan meliputi pemeriksaan peringatan perjalanan, pemenuhan status vaksinasi, serta penerapan kebiasaan hidup bersih seperti mencuci tangan secara rutin.

Pengunjung juga diminta memantau kondisi fisik pasca-pertandingan terhadap gejala seperti demam, batuk, atau diare.

"Nikmati pertandingan Piala Dunia.

Jika Anda termasuk dalam kelompok berisiko tinggi (usia 65 tahun ke atas, siapa pun dengan kondisi medis kronis, dan mereka yang mengalami gangguan kekebalan tubuh atau sedang hamil), pertimbangkan untuk mengenakan masker yang pas jika Anda menghadiri acara yang ramai.

>>> DJP Aktifkan 24.672 Wajib Pajak Dormant, Raup Rp20,63 Triliun

Tentu saja, jika Anda mengalami gejala, segera cari perawatan medis," kata William Schaffner.