PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) menyiapkan sejumlah strategi ekspansi dan efisiensi untuk memperbaiki kinerja operasional pada 2026.

Langkah ini diambil setelah emiten distributor tas koper dan peralatan rumah tangga itu mengalami tekanan performa finansial sepanjang tahun lalu.

>>> KLHK Luncurkan Tema Hari Peduli Sampah Nasional 2026: Kolaborasi untuk Indonesia ASRI

Perseroan membukukan pendapatan Rp 59,26 miliar pada 2025, turun 36,64% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 93,53 miliar.

Penurunan terjadi di seluruh segmen usaha, meliputi tas koper, perkakas, dan peralatan rumah tangga, akibat melemahnya daya beli masyarakat.

Laba bruto perseroan juga turun 39,37% menjadi Rp 24,26 miliar dari Rp 40,01 miliar pada 2024.

Pada tingkat bottom line, TOOL mencatat rugi bersih Rp 6,99 miliar, berbalik dari laba bersih Rp 937 juta pada tahun sebelumnya.

Fokus pada Koper Pintar dan Perkakas

Direktur Utama Rohartindo Nusantara Luas Ronald Hartono Tan menyatakan perusahaan akan memfokuskan peningkatan penjualan pada segmen koper pintar Airwheel dan produk perkakas.

>>> Omoway Sempurnakan Omo&X Smart Versi Final Sebelum Kirim ke Konsumen

TOOL berencana memperluas jangkauan pasar, meningkatkan eksposur merek lewat promosi, serta memperkuat kemitraan usaha.

"Seluruh inisiatif tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan efisiensi operasional dan pengendalian biaya," jelas Ronald dalam paparan publik pada Senin (15/6).

Perseroan melanjutkan ekspansi jaringan distribusi Airwheel ke berbagai pusat perbelanjaan terkemuka.

Langkah ini sudah dimulai sejak 2024 dengan membuka tiga gerai di Jakarta, yaitu di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Plaza Senayan, serta satu toko mandiri di Sedayu City, Kelapa Gading.

Sepanjang 2025, ekspansi diperluas ke luar ibu kota melalui gerai Airwheel di SOGO Pakuwon Mall Surabaya, toko Airwheel di Galaxy Mall 3 Surabaya, serta counter di SOGO Paris Van Java Bandung.

>>> Belanda vs Jepang Imbang Tanpa Gol di Babak Pertama Piala Dunia 2026

"Kami berharap perluasan jaringan distribusi dan penguatan merek Airwheel dapat mendongkrak penjualan sekaligus menjadi pendorong pemulihan kinerja pada 2026," tutur Ronald.