Harga emas dunia melonjak 2 persen pada perdagangan Senin setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik.

Berdasarkan data perdagangan pukul 01.22 GMT (08.22 WIB), harga emas spot naik ke 4.304,11 dolar AS per ons, level tertinggi sejak 9 Juni.

>>> Kiaton Bagikan 7 Ide Tema Halal Bihalal Keluarga Lebaran 2026

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga naik 2 persen ke 4.325,20 dolar AS per ons.

Pada hari Minggu, perwakilan AS dan Iran merilis pernyataan bersama tentang kerangka kerja sama yang bertujuan menghentikan perang, mengakhiri blokade ekonomi AS terhadap Iran, dan membuka kembali Selat Hormuz.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi perjanjian damai ini akan ditandatangani secara resmi pada Jumat mendatang di Swiss.

Dampak positif kesepakatan juga terlihat pada pelemahan dolar AS ke titik terendah dalam 10 hari, membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli dengan mata uang lain.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia turun lebih dari 4 persen seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Penurunan harga minyak dan pelemahan dolar AS akibat berkurangnya risiko geopolitik serta rencana pembukaan Selat Hormuz membantu menstabilkan ekspektasi inflasi," kata Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.

>>> Pemerintah Terapkan WFA Lima Hari saat Lebaran 2026

Ia menambahkan bahwa kombinasi faktor ini menjadi pendorong utama kenaikan harga logam mulia, meskipun keberlanjutan tren bergantung pada kokohnya perjanjian damai ke depan.

Sebelumnya, harga emas telah turun sekitar 20 persen sejak konflik militer antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari.

Penutupan Selat Hormuz selama konflik menyebabkan lonjakan harga minyak global, memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi.