Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat signifikan pada awal perdagangan Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terapresiasi 143 poin atau 0,89 persen ke level Rp 17.717 per dollar AS pada pukul 09.24 WIB.

>>> DPR Apresiasi Perubahan Nomenklatur Prodi Teknik Menjadi Rekayasa

Penguatan ini melanjutkan tren positif akhir pekan lalu, saat rupiah ditutup menguat 128 poin ke Rp 17.860 per dollar AS pada Jumat (12/6/2026).

Sentimen Global dan Domestik Dorong Rupiah

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede mengatakan, kesepakatan damai antara AS dan Iran menjadi katalis utama.

Kesepakatan itu mencakup pembukaan Selat Hormuz, gencatan senjata, negosiasi nuklir, dan pelonggaran sanksi.

Hal ini memicu gairah investasi pada aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Josua memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 17.725 hingga Rp 17.875 per dollar AS pada hari ini.

>>> Pemkot Tangerang Ajak Warga Beralih ke Transportasi Umum Usai Kenaikan BBM

Dari sisi domestik, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,50 persen pada pekan lalu turut menyokong rupiah.

Sementara itu, Indeks Dollar AS (DXY) melemah 0,32 persen secara mingguan akibat penurunan inflasi inti AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai meredanya konflik Timur Tengah meningkatkan optimisme pasar.

Meskipun kesepakatan damai belum dikonfirmasi oleh pihak Iran, sentimen positif tetap mendorong penguatan rupiah.

>>> Aksi Padamkan Lampu di Jakarta Tekan 60 Ton Emisi Karbon

Lukman memproyeksikan rupiah berpotensi menguat ke kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.800 per dollar AS.