Warga Jakarta menunjukkan kekompakan dalam aksi mematikan lampu pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, Sabtu (13/6) lalu.

Gerakan sederhana ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi lingkungan ibu kota.

>>> DPR Segera Sidangkan Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Pekan Depan

Pemadaman lampu selama satu jam, dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, berhasil menekan emisi karbon sebanyak 60,14 ton CO2e.

Konsumsi listrik juga terpangkas 75,18 MWh, setara penghematan biaya sekitar Rp108 juta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Dudi Gardesi, menyatakan capaian ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membudayakan hidup hemat energi.

"Pemadaman lampu selama 60 menit bukan sekadar simbol.

Ini adalah pengingat bahwa langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan," ujarnya, Senin (15/6).

Kegiatan ini mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon.

>>> OnePlus N6 Resmi Meluncur di India pada 30 Juni

Aksi serupa digelar secara berkala di Jakarta.

Menurut Dudi, keberhasilan ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak.

"Mulai dari pengelola gedung, pelaku usaha, komunitas, hingga warga yang ikut mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan selama aksi berlangsung," katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong agar perilaku hemat energi tidak berhenti sebagai gerakan sesaat, melainkan menjadi gaya hidup sehari-hari.

Kontribusi besar terhadap penurunan emisi karbon bisa dimulai dari hal mudah, seperti mematikan perangkat elektronik yang tidak terpakai dan menggunakan lampu hemat energi.

>>> Bursa Transfer Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Mulai Bergeliat

Sejumlah lokasi ikonik dan ruas jalan protokol di Jakarta terpantau ikut mematikan lampu selama satu jam penuh untuk mendukung aksi hemat energi ini.