Mengkritisi Moody’s dan S&P: Reformasi Ekspor Indonesia dalam Konteks Global
Kritik lembaga rating yang mengabaikan kebutuhan industrialisasi Indonesia jelas tidak mempertimbangkan konteks pembangunan jangka panjang.
Rupiah: Pelemahan yang Produktif
Dalam logika pasar finansial, pelemahan mata uang sering dianggap negatif.
Namun bagi negara berkembang dengan basis manufaktur yang sedang tumbuh, depresiasi rupiah yang terkendali justru menjadi insentif ekspor.
Produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global, sementara investor asing melihat peluang biaya produksi yang lebih rendah.
Kebijakan BUMN Ekspor memperkuat cadangan devisa, sehingga pelemahan rupiah tetap terkendali dan tidak berubah menjadi krisis.
Lembaga rating menilai pelemahan rupiah sebagai risiko, padahal dalam konteks Indonesia, ia adalah policy lever untuk mendorong ekspor dan industrialisasi.
Kritik mereka gagal membedakan antara pelemahan yang produktif dan pelemahan yang destruktif.
Belajar dari Malaysia, Chile, dan Korsel
Kebijakan serupa bukan hal baru di dunia.
Malaysia menggunakan kontrol ekspor CPO untuk memastikan stabilitas harga dan mendukung industri hilir minyak sawit.
>>> Apakah Selasa 16 Juni 2026 Libur Nasional Tahun Baru Islam 1448 H? Berikut Ketentuan Resminya
Chile mengelola ekspor tembaga melalui Codelco, BUMN yang menjadi tulang punggung devisa negara.
Korea Selatan pada era industrialisasi mengendalikan ekspor baja dan elektronik untuk memastikan arus devisa masuk dan mendukung pembangunan industri nasional.
Ketiga negara ini menunjukkan bahwa kontrol ekspor melalui BUMN bukanlah distorsi, melainkan strategi industrialisasi.
Kritik Moody’s dan S&P yang menilai kebijakan Indonesia sebagai ancaman jelas tidak konsisten dengan pengalaman global.
Diplomasi Kritik terhadap Lembaga Rating
Indonesia tidak perlu menolak lembaga rating secara frontal.
Sebaliknya, kritik harus disampaikan dengan diplomasi.
Tegaskan konteks bahwa kebijakan ini lahir dari kebutuhan menutup underinvoicing dan memperkuat industrialisasi.
Update Terbaru
LPEM FEB UI Prediksi BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,5 Persen
Rabu / 17-06-2026, 16:36 WIB
Lenovo Tab Plus Gen 2 Resmi, Bawa Sembilan Speaker JBL dan Baterai 10.200 mAh
Rabu / 17-06-2026, 16:35 WIB
Madinah Bertransformasi Pesat Berkat Visi Saudi 2030
Rabu / 17-06-2026, 16:35 WIB
Syarat dan Niat Shalat Jamak bagi Musafir: Panduan Lengkap
Rabu / 17-06-2026, 16:35 WIB
TVRI Resmi Siarkan Piala Dunia 2026 Gratis Melalui Dua Kanal Utama
Rabu / 17-06-2026, 16:33 WIB
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.200 pada 17 Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:33 WIB
Ipswich Town Bidik Solskjaer Jadi Manajer Baru Musim Depan
Rabu / 17-06-2026, 16:32 WIB
Laba Elitery Tumbuh 30 Persen, tetapi Absen Bagikan Dividen
Rabu / 17-06-2026, 16:32 WIB
3 HP Oppo dengan Fitur Live Photo untuk Konten Media Sosial, Mulai Rp3 Jutaan
Rabu / 17-06-2026, 16:30 WIB
Roblox Luncurkan Akun Kids dan Select dengan Sistem Keamanan Berbasis Usia
Rabu / 17-06-2026, 16:30 WIB
Pearl Abyss Rilis Crimson Desert sebagai Game Action RPG Naratif Independen
Rabu / 17-06-2026, 16:30 WIB
Tips Menata Tempat Tidur di Dekat Kamar Mandi agar Tetap Sehat
Rabu / 17-06-2026, 16:29 WIB
BenQ Buka Toko Monitor Eksklusif Pertama di India, Berlokasi di Mumbai
Rabu / 17-06-2026, 16:29 WIB
Program BSPS: Lebih dari Sekadar Bedah Rumah, Ini Dampak Ekonominya
Rabu / 17-06-2026, 16:29 WIB






