Milenial Paling Aktif, Kesenjangan Gender Menyempit

Berbeda dari anggapan umum, generasi Milenial (kelahiran 1981-1996) menempati posisi puncak dengan penetrasi 90,34 persen. Gen Z (1997-2012) berada di urutan kedua dengan 89,02 persen.

Dari sisi gender, penetrasi laki-laki mencapai 83,95 persen (kontribusi 50,03 persen) dan perempuan 79,79 persen (49,97 persen).

Menurut APJII, kesenjangan gender dalam akses internet semakin kecil.

Ketimpangan juga terlihat antara wilayah urban dan rural. Penetrasi di perkotaan mencapai 84,75 persen, sedangkan di pedesaan 78,18 persen.

Tingkat pendidikan juga berpengaruh. Lulusan perguruan tinggi memiliki penetrasi tertinggi 92,49 persen, diikuti lulusan SMA/SMK 90,44 persen.

Smartphone menjadi perangkat utama dengan pangsa 84,31 persen. Sebagian besar pengguna menghabiskan 4-6 jam per hari untuk berselancar di dunia maya.

Survei dilakukan pada 1 Februari hingga 15 Maret 2026 dengan target responden warga negara Indonesia berusia 13 tahun ke atas.

Metode wawancara tatap muka digunakan dengan margin of error 1,1 persen.

>>> Aplikasi Android Berbahaya Mengintai Pengguna, Kenali Modus dan Daftarnya

APJII berharap hasil survei ini menjadi referensi strategis bagi pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan ekosistem digital nasional.