Produk-produk ini dipasarkan di toko depan pabrik dan dikirim ke luar daerah hingga Jerman dan Cina.

Harga air mawar mulai dari 11 SAR (sekitar Rp52 ribu) per botol, losion 16 SAR, dan parfum mulai dari 33 SAR.

Minyak mawar murni mencapai 400 SAR karena proses produksi yang rumit.

Pabrik ini juga menjadi destinasi wisata bagi jemaah haji dan umrah. Pengelola menyediakan kafe di kawasan Al-Hada sebagai tempat bersantai.

Tercatat tidak kurang dari 3.000 orang berkunjung pada musim haji dan mencapai 6.000 orang pada musim umrah.

Pendapatan dari satu jenis produk diperkirakan mencapai Rp1-2 miliar per tahun.

>>> 9 Ucapan yang Dihindari Orang Cerdas Saat Berbicara

"Untuk satu produk saja mungkin Rp1-2 miliar per tahun," kata Dul.