Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi membekukan izin operasional 21 perusahaan penyedia layanan umrah. Tindakan ini diambil setelah evaluasi komprehensif pada musim sebelumnya.

Keputusan tersebut merupakan bagian dari persiapan menyambut musim umrah mendatang. Pemerintah Arab Saudi berkomitmen memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan yang aman dan berkualitas.

>>> Indofood Buka Program IRN 2026–2027 untuk Riset Pangan Fungsional Mahasiswa

Sebanyak 15 perusahaan dibekukan karena performa kerja yang buruk berdasarkan indikator penilaian. Sementara itu, 6 perusahaan lainnya dijatuhi hukuman karena melanggar aturan operasional.

Otoritas terkait menjelaskan bahwa mekanisme penilaian merujuk pada indikator operasional dan pengawasan ketat. Sistem ini mengukur kepatuhan dan mutu pelayanan yang diberikan kepada jemaah.

Melalui instrumen evaluasi ini, pemerintah berupaya mendeteksi kelemahan pelayanan sekaligus memacu peningkatan kualitas. Pengawasan akan terus diperketat demi melindungi hak-hak jemaah.

>>> Liverpool Pantau Bek Korea Selatan Lee Han-beom di Piala Dunia 2026

Mendukung Target Visi Saudi 2030

Kebijakan evaluasi berkala ini juga dirancang untuk menumbuhkan iklim persaingan yang sehat di antara agen perjalanan umrah.

Standardisasi ini sejalan dengan target Visi Saudi 2030 untuk memberikan pengalaman ibadah yang aman dan prima.

>>> Manchester United Bidik Tyler Adams untuk Perkuat Lini Tengah

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran. Setiap kelalaian yang merugikan jemaah akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.