Vitinha Minta Portugal Tetap Rendah Hati

Terkait status tim di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Vitinha meredam ekspektasi publik dan meminta skuad Portugal untuk tetap rendah hati demi memperbaiki pencapaian perempat final Piala Dunia edisi sebelumnya di Qatar.

"Saya tidak akan mengatakan bahwa kami adalah favorit, kami memiliki kualitas dan kemampuan yang hebat untuk melaju jauh di turnamen ini," tambah Vitinha.

Vitinha juga menyoroti kendala logistik berupa suhu dan cuaca yang bervariasi di tiga negara tuan rumah, namun menegaskan hal tersebut bukan alasan bagi tim untuk tidak tampil maksimal.

"Kami tahu bahwa jalan yang benar adalah bersikap rendah hati dan memainkan permainan yang tepat. Kami memiliki bakat, yang kami butuhkan hanyalah aspek teknis dan taktis," kata Vitinha.

Skuad asuhan Roberto Martinez tetap fokus beradaptasi dengan kondisi iklim setempat selama menjalani pemusatan latihan di Miami.

"Cuaca akan memengaruhi cara kami bermain, tetapi hal itu berlaku untuk semua orang, bukan hanya kami," kata Vitinha.

Bagi Vitinha, memenangkan trofi Piala Dunia merupakan impian besar yang ingin ia wujudkan setelah meraih kesuksesan berturut-turut di level klub.

"Dengan suhu yang bervariasi di AS, Meksiko, dan Kanada, hal ini sangat sulit.

Namun, ini adalah Piala Dunia dan tidak ada alasan, tidak ada kondisi yang dapat menghalangi kami untuk memberikan segalanya bagi tim nasional," kata Vitinha.

Warisan Diogo Jota Menjadi Inspirasi

Mendiang Diogo Jota, yang meninggal dunia pada usia 28 tahun, tercatat telah mengoleksi 14 gol dari total 49 penampilan resmi bersama tim nasional Portugal semasa hidupnya.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, mengungkapkan bahwa warisan dan semangat Jota menjadi inspirasi serta kekuatan mental yang besar bagi ruang ganti tim dalam menghadapi momen sulit di turnamen.