"Setelah malam yang begitu indah di Anfield, malam saya berakhir dengan cara yang paling buruk. Di menit terakhir, salah satu impian saya runtuh," tulis Jota.

Meski cedera, Jota tetap berkomitmen memberikan dukungan moral penuh kepada rekan-rekannya di tim nasional maupun klub dari luar lapangan.

"Tapi saya akan menjadi salah satu pendukung dari luar, baik untuk klub maupun negara, dan berjuang untuk kembali secepat mungkin," tulis Jota.

>>> Empat Pemimpin Eropa Desak Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Jota menceritakan bagaimana Klopp memberikan perhatian dan dukungan konsisten yang sangat berarti baginya selama masa rehabilitasi pascacedera.

"Keesokan harinya [setelah cedera], Jurgen memelukku dengan hangat," kata Jota. Perhatian tersebut menjadi penghibur utama bagi Jota di tengah pukulan terberat dalam karier sepak bola profesionalnya.

"Dia tahu bahwa, pada saat itu, tidak banyak yang bisa dikatakan – dia hanya berusaha menghiburku.

Dan selama masa pemulihanku, dia selalu menanyakan kabarku setiap kali bertemu denganku," kata Jota.

Jota menuturkan bahwa dirinya sempat berharap cedera tersebut tidak parah agar bisa pulih tepat waktu sebelum vonis final tim medis keluar.

"Kamu bisa melihat bahwa dia peduli.

Itulah yang bisa kamu harapkan: bahwa orang yang memimpin tim peduli pada semua pemain, dan menunjukkan bahwa dia mengandalkanmu kapan pun kamu kembali.

Tapi itu adalah cedera terparah dalam karierku," kata Jota.

Kesedihan mendalam dirasakan Jota karena ia merasa telah berkontribusi besar sepanjang babak kualifikasi untuk membantu kelolosan Portugal.

"Ketika kamu merasakan hal seperti yang aku rasakan, dan kamu dibawa keluar dengan tandu, situasinya tidak terlihat baik.

Kamu masih berharap itu tidak serius. Karena kami begitu dekat dengan Piala Dunia, aku hanya berharap bisa pulih tepat waktu.