Aktor laga Dwayne Johnson baru-baru ini didiagnosis mengalami epididymitis, suatu peradangan pada saluran reproduksi pria.

Kondisi ini terdeteksi setelah ia menemukan benjolan yang memicu rasa nyeri pada testis bagian kirinya.

>>> Matt Reeves Mulai Syuting The Batman Part II di London

Benjolan tersebut ditemukan saat Johnson tengah mempersiapkan promosi film Jumanji. Ia pun menjalani pemeriksaan ultrasound untuk memastikan diagnosis.

Hasil pemeriksaan mengonfirmasi bahwa benjolan itu bukanlah kanker, melainkan epididymitis. Meski demikian, sebelum mendapatkan kepastian, Johnson mengaku dilanda kecemasan tinggi.

"Saya harus menjalaninya selama 24 jam tidak tahu, dan saya harus kerja sepanjang hari, bercanda, dan berpidato," ujar Dwayne Johnson, dikutip dari Detik Health.

Ia menambahkan, "Ngomong-ngomong saya baik-baik saja. Tapi saya belum mengetahuinya, dan ternyata sangat menyakitkan."

Apa Itu Epididymitis?

Epididymitis adalah peradangan pada epididimis, saluran yang berfungsi menyalurkan sperma dari testis. Kondisi ini menyerang sekitar 600 ribu pria di Amerika Serikat setiap tahunnya.

>>> Pemerintah Berencana Bebaskan PPN Tiket Pesawat Domestik Demi Tekan Harga

Gejala utamanya meliputi nyeri intens, pembengkakan pada satu sisi testis, gangguan buang air kecil, hingga munculnya darah pada cairan sperma.

Hal ini sering memicu kepanikan karena mirip dengan gejala kanker testis atau torsi.

Urolog dari Orlando Health, Jamin Vinod Brahmbhatt, menjelaskan bahwa kebanyakan pria tidak familier dengan istilah epididymitis.

"Saat mereka mengalami nyeri, bengkak atau merasakan benjolan, banyak orang langsung khawatir kanker testis atau masalah kedaruratan seperti torsi," katanya.

Brahmbhatt, yang juga pernah mengalami epididymitis, menambahkan bahwa nyerinya bisa sangat intens. "Saya sendiri punya epididymitis, dan nyerinya bisa sangat intens, jadi bisa dipahami kalau orang khawatir," jelasnya.

>>> Timnas Curacao Kalah Telak 1-7 dari Jerman di Piala Dunia 2026

Penyebab epididymitis umumnya adalah infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia. Namun, kondisi ini juga bisa dipicu oleh cedera selangkangan, infeksi prostat, atau efek samping obat tertentu.