Tim nasional Curacao harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor telak 1-7 dalam pertandingan babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2026.

Laga yang digelar di Stadion Houston pada Minggu (14/6/2026) itu berlangsung sengit.

>>> PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk Tebar Dividen Rp97,9 Miliar

Jerman mendominasi permainan sejak awal.

Gol-gol mereka dicetak oleh Felix Nmecha (6'), Nico Schlottebeck (38'), Kai Havertz (45+5' dan 88'), Jamal Musiala (47'), Nathaniel Brown (68'), dan Denis Undav (78').

Satu-satunya gol balasan Curacao datang dari Livano Comenencia pada menit ke-21. Meski kalah, pelatih Curacao Dick Advocaat menegaskan bahwa hasil ini bukanlah sebuah aib.

Advocaat: Kami Bangga Bisa Berpartisipasi

Dick Advocaat, mantan pelatih tim nasional Belanda, menyatakan rasa bangganya meski timnya kalah. "Pada akhirnya kami senang karena menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Kami harus mengubah ini menjadi Piala Dunia yang indah," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

>>> BEI Pastikan Perdagangan Saham Tetap Buka di Hari Kejepit 15 Juni 2026

Advocaat optimistis skuadnya masih memiliki peluang untuk bangkit pada laga-laga berikutnya. "Kami masih bisa membuat kejutan pada pertandingan kedua dan ketiga," tambahnya.

Ia mengakui keunggulan kualitas lawan yang menyulitkan pertahanan Curacao. "Mereka sangat, sangat kuat dan kami kebobolan beberapa gol yang mudah.

Para pemain tahu bahwa ketika kalah mereka tidak boleh patah semangat. Ini bukan sebuah aib," kata Advocaat.

Momen emosional juga dirasakan Advocaat saat lagu kebangsaan Curacao berkumandang sebelum pertandingan. "Ini berkaitan dengan kebahagiaan masyarakat Curacao.

Saat itulah emosi muncul. Kebahagiaan mereka sungguh luar biasa," ungkapnya.

>>> BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Kredit Sepeda Motor Terbayangi

Pertandingan melawan Jerman ini juga mencatatkan rekor bagi Advocaat sebagai pelatih tertua yang memimpin tim di Piala Dunia, yakni dalam usia 78 tahun 260 hari.