Bahana Sekuritas Unggulkan Saham MIKA, SILO, dan HEAL di Tengah Transisi Kebijakan BPJS
Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan volume pasien swasta, penanganan kasus medis kompleks, dan ekspansi CoE di Jabodetabek serta Surabaya.
Kinerja MIKA ke depan juga ditopang oleh operasional rumah sakit baru di BSD dan Malang yang menyediakan layanan medis tingkat lanjut.
>>> Kemenkeu Raih Dana Rp 22,61 Triliun dari Penjualan Sukuk Tabungan ST016
Arvin memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.400 per saham.
Kinerja dan Prospek SILO
SILO membukukan pendapatan Rp 2,55 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 8,4% secara tahunan. Laba bersihnya naik signifikan 14,8% menjadi Rp 293,6 miliar.
Keberhasilan strategi ekspansi mulai terlihat sejak kuartal IV-2025 dan berlanjut hingga awal 2026. Volume pasien diperkirakan bertambah lewat kontribusi fasilitas baru di Surabaya dan Semarang Srondol.
SILO juga berencana mendatangkan alat medis mutakhir CT-LINAC, yang diklaim sebagai yang pertama di Asia Tenggara, untuk memperkuat penetrasi pasar kesehatan premium.
Arvin memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.100 per saham.
Kinerja dan Prospek HEAL
HEAL menempati urutan ketiga dalam jajaran saham pilihan Bahana Sekuritas. Pada kuartal I-2026, pendapatan HEAL tumbuh 5,4% year-on-year menjadi Rp 1,78 triliun.
Namun, laba bersih HEAL turun menjadi Rp 101,3 miliar dari sebelumnya Rp 124,7 miliar. Profitabilitas masih menghadapi ketidakpastian akibat proses transformasi jaminan kesehatan nasional.
Untuk mengatasinya, HEAL terus memacu segmen pasien umum dengan membangun jaringan CoE baru dan mengoptimalkan rujukan dari ekosistem bisnis Grup Astra dan Grup Djarum.
Kerja sama strategis ini diharapkan menyeimbangkan portofolio pasien.
Peluang pertumbuhan juga terbuka dari potensi peningkatan porsi kepemilikan saham oleh Astra, yang saat ini memegang sekitar 20% saham HEAL.
Bahana Sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.380 per saham.
>>> Brasil Gagal Taklukkan Maroko Usai Tampil Kurang Meyakinkan
Dalam jangka menengah, investor disarankan memantau realisasi ekspansi fisik rumah sakit serta arah kebijakan BPJS Kesehatan yang akan menjadi penentu kinerja sektor pada 2027.
Update Terbaru
Transformasi Layanan KAI Ubah Wajah Transportasi Publik Indonesia
Minggu / 14-06-2026, 14:32 WIB
Cara Deteksi Alat Pelacak Tersembunyi dengan HP Android Tanpa Aplikasi
Minggu / 14-06-2026, 14:28 WIB
Ruben Onsu Akan Bicara Berdua dengan Betrand Peto soal Unggahan Viral
Minggu / 14-06-2026, 14:28 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Laporkan Capaian Program Pendidikan ke Presiden
Minggu / 14-06-2026, 14:28 WIB
Kemenkeu Respons Tuntutan Mahasiswa Hentikan Pemborosan APBN
Minggu / 14-06-2026, 14:26 WIB
Indomilk FnB Solutions Gelar Roadshow Pastry Mini untuk Kafe dan Hotel
Minggu / 14-06-2026, 14:24 WIB
Taiwan Luncurkan Situs Intelijen Khusus untuk Warga China
Minggu / 14-06-2026, 14:24 WIB
Ramalan Zodiak Cinta: Kunci Hubungan Harmonis Berdasarkan Karakter
Minggu / 14-06-2026, 14:23 WIB
Muralis Bogor Abadikan Piala Dunia 2026 di Dinding Rumah Kosong
Minggu / 14-06-2026, 14:23 WIB
AC Milan Incar Ruben Amorim untuk Gantikan Massimiliano Allegri
Minggu / 14-06-2026, 14:17 WIB
Timnas Inggris Bidik Gelar Juara Piala Dunia 2026 Bersama Thomas Tuchel
Minggu / 14-06-2026, 14:16 WIB
IHSG Tembus 6.000, Melonjak 2,06% pada Jumat
Minggu / 14-06-2026, 14:16 WIB
Timnas Turki Catat Rekor Buruk di Laga Pembuka Turnamen Besar
Minggu / 14-06-2026, 14:12 WIB
Laba Bersih Bakrie & Brothers Melonjak 49,6% Jadi Rp503 Miliar
Minggu / 14-06-2026, 14:08 WIB






