Pemain berusia 20 tahun milik Watford ini memiliki kecepatan dan kekuatan tendangan.

Irankunda mengakui bahwa sorotan besar dari publik sepak bola Australia sempat memengaruhi kondisi mentalnya.

Namun, ia kini memilih untuk lebih tenang dan menganggapnya sebagai bagian dari risiko pesepak bola profesional.

Satu misteri mengenai pemilihan nomor punggung 17 yang dipakai Irankunda di Piala Dunia akhirnya terungkap.

Ia sengaja memilih nomor tersebut untuk mengenang masa-masa awalnya saat membela tim nasional junior Australia, Joeys.

Irankunda menegaskan komitmennya untuk terus menggunakan nomor punggung tersebut di sepanjang karier internasionalnya bersama Socceroos.

Mantan pemain Bayern Munchen itu menyatakan keputusannya pindah ke Watford adalah demi mendapatkan menit bermain reguler agar bisa menembus skuad Piala Dunia.

Fokus utamanya adalah berkompetisi dengan pemain-pemain terbaik dunia di turnamen ini.

Rekan setim Irankunda, Tete Yengi, memberikan pujian tinggi atas kemampuan individu yang dimiliki oleh penyerang sayap lincah tersebut.

>>> Anisa Rahma Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel

Yengi yang baru saja mencetak gol ke gawang Swiss dalam laga uji coba terakhir merasa sangat dekat dengan Irankunda layaknya seorang saudara kandung.

Yengi mengaku sangat terkesan dengan perkembangan fisik dan teknik yang ditunjukkan oleh Irankunda sejak mereka masih berusia muda.

Ia berharap mereka berdua dapat menikmati perjalanan bersama di putaran final Piala Dunia ini demi membawa kesuksesan bagi Australia.

Yengi sendiri menyatakan kesiapannya untuk diturunkan kapan pun oleh pelatih Tony Popovic.

Penyerang berusia 25 tahun yang bermain untuk klub Jepang Machida Zelvia ini menilai partisipasinya di Piala Dunia merupakan buah dari kerja keras sepanjang kariernya.