"It felt like we haven’t skipped any steps because we’ve made almost every mistake we could have possibly done, and we’ve learned from them," katanya.

Dirinya pun mengandalkan proses evaluasi tim agar bisa langsung diterapkan sebelum seluruh rangkaian pertandingan final ini berakhir.

"I’m counting on the fact that we’re going to learn before this series is over and apply," tutur Wembanyama.

Sementara itu, jajaran kepelatihan San Antonio Spurs mengakui bahwa tim mereka turut andil dalam kekalahan di tiga laga sebelumnya akibat kesalahan eksekusi di menit akhir.

"There’s no avoiding that we could be better," kata Mitch Johnson, pelatih San Antonio Spurs.

Evaluasi dari pelatih tersebut juga didukung oleh barisan pertahanan Spurs yang merasa performa mereka di lapangan tidak kalah kelas dari lawan.

"It’s not like we’re going out there and getting steamrolled," kata De’Aaron Fox, penjaga San Antonio Spurs.

Modal Knicks dan Dukungan Suporter

Di kubu lawan, New York Knicks datang dengan modal ketangguhan mental lewat catatan 13 kemenangan beruntun di fase gugur dan hanya menelan satu kekalahan sejak putaran pertama.

Kekuatan lini tengah Knicks juga diprediksi akan bertambah solid berkat kehadiran para pendukung setia yang siap meramaikan markas San Antonio Spurs.

"Our fans are special," kata Karl-Anthony Towns, senter New York Knicks.

Pemain senter andalan New York Knicks tersebut menganggap kehadiran para suporter setianya sebagai kekuatan tambahan bagi tim.

>>> New York Knicks Siap Akhiri Puasa Gelar 53 Tahun di Final NBA

"Our secret weapon," tutur Towns.