Bank Sentral Jepang diprediksi menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 1% untuk melanjutkan normalisasi moneter.

Sementara itu, Reserve Bank of Australia diperkirakan menahan suku bunga acuannya di level 4,35% setelah sempat melakukan tiga kali kenaikan sepanjang tahun ini.

Bank Indonesia diperkirakan ikut mempertahankan tingkat suku bunga acuan setelah sempat melakukan langkah pengetatan yang mengejutkan pada 9 Juni lalu.

Pergerakan ini sejalan dengan rilis data aktivitas ekonomi China yang menunjukkan stagnasi penjualan ritel dan sedikit peningkatan pada produksi industri.

Respons Moneter di Eropa dan Amerika Latin

Bank of England menghadapi agenda krusial bersamaan dengan rilis data inflasi dan pasar tenaga kerja Inggris, di mana mayoritas pejabat diprediksi menolak kenaikan suku bunga.

Sebaliknya, Bank Sentral Republik Ceska berpeluang mengerek biaya pinjaman setelah setahun penuh menahan tingkat suku bunga.

Di Amerika Latin, Bank Sentral Brasil berpotensi melanjutkan pemotongan suku bunga sebesar seperempat poin menjadi 14,25% karena perlambatan indikator PDB kuartal pertama.

>>> Pemprov DKI Sediakan Enam Kantong Parkir Resmi di PRJ 2026

Sementara Bank Sentral Cile beralih mendukung opsi penahanan suku bunga di level 4,5% menyusul penurunan inflasi Mei yang tidak terduga.