Sasya Tranggono Gelar Pameran Tunggal Abstrak Menuju Jakarta 500 Tahun
Seniman Indonesia Sasya Tranggono menghadirkan interpretasi visual baru mengenai ibu kota melalui pameran tunggal terbarunya.
Pameran bertajuk "Menuju Jakarta 500 Tahun di Mata Sasya Tranggono" ini diselenggarakan di Laflo Menteng.
>>> Olivia Rodrigo Alami Tuli Sebagian di Telinga Kiri Sejak Kecil
Kolaborasi seni ini merefleksikan dinamika kota metropolitan yang bergerak maju tanpa meninggalkan akar sejarah. Sasya Tranggono mengeksplorasi pendekatan abstrak yang kaya warna, emosi, dan simbolisme.
Gaya ini berbeda dari karya-karya terdahulu yang identik dengan tema motif kupu-kupu, bunga, serta wayang. Sebanyak 12 lukisan abstrak terbaru ditampilkan untuk menggambarkan memori kolektif dan perkembangan kota.
Objek arsitektur dan ikon kultural menjadi landasan visual utama dalam deretan karya tersebut.
Beberapa bangunan landmark yang diangkat meliputi Gelora Bung Karno (GBK), GPIB Immanuel, Masjid Istiqlal, Katedral Jakarta, Istana Negara, Tugu Selamat Datang Jakarta, hingga lukisan berjudul Generasi Bintang.
Karya terakhir dipersiapkan secara khusus untuk misi sosial di wilayah Indonesia Timur. "Karena itu, dari semua lukisan ini, Generasi Bintang memiliki arti khusus.
Karena satu lukisan ini, 100% saya mau persembahkan untuk Tuhan, untuk memberkati anak-anak.
Karena bagi saya, kita harus melahirkan the new generation, yang takut Tuhan, cinta bangsa dan hormat terhadap orang tua," jelas Sasya yang lahir di Jakarta, 25 Desember 1963 ini.
Proses Kreatif dan Napak Tilas Sejarah
Proses kreatif pameran ini memakan waktu selama 2,5 bulan.
Sebelum melukis, perupa yang memiliki latar belakang pendidikan teknik ini melakukan napas tilas ke kawasan bersejarah untuk mencari benang merah visual.
"Saya engineering, lama tinggal di Belanda.
Di sinilah, saya mencari benang merah untuk lukisan ini, akhirnya saya memilih gedung sebagai landasan dalam membuat lukisan tentang Jakarta," ungkap Sasya yang menyelesaikan studi jurusan Teknik Industri & Operational Research di Smith College di Syracuse University, Syracuse, New York, Amerika Serikat dan Rotterdam School of Management di Erasmus Universiteit, Belanda.
Update Terbaru
Mustapha Ghorbal Pimpin Laga Piala Dunia 2026 Skotlandia vs Haiti
Minggu / 14-06-2026, 08:24 WIB
Alex Pereira Incar Gelar Juara Dunia Kelas Berat UFC Freedom 250
Minggu / 14-06-2026, 08:24 WIB
Brasil Imbangi Maroko 1-1 di Piala Dunia, Luiz Henrique Bicara soal Tekanan
Minggu / 14-06-2026, 08:23 WIB
Konstruksi Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3 Segmen Cibadak Terus Dikebut
Minggu / 14-06-2026, 08:22 WIB
Mustapha Ghorbal Pimpin Laga Skotlandia vs Haiti di Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 08:21 WIB
Daftar Kode Redeem FF 15 Mei 2026 Terbaru dan Cara Klaimnya
Minggu / 14-06-2026, 08:20 WIB
Ousmane Dembele: Usia Tak Pengaruhi Kehebatan Lionel Messi
Minggu / 14-06-2026, 08:20 WIB
FIFA Ubah Nama Stadion Gillette Jadi Boston Stadium untuk Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 08:18 WIB
BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen Picu Potensi Kenaikan Bunga Kredit Kendaraan
Minggu / 14-06-2026, 08:18 WIB
Brasil Imbang Lawan Maroko, Vinicius Junior Evaluasi Performa Tim
Minggu / 14-06-2026, 08:18 WIB
Skotlandia Umumkan Skuad Piala Dunia 2026 Usai 28 Tahun Absen
Minggu / 14-06-2026, 08:17 WIB
Alex Pereira Incar Sejarah Tiga Divisi di UFC Lawan Ciryl Gane
Minggu / 14-06-2026, 08:17 WIB
Arab Saudi Tuntut Pengguna Medsos yang Hina Negara Sahabat
Minggu / 14-06-2026, 08:16 WIB
Transmart Full Day Sale Diskon Sepeda Listrik hingga 25 Persen
Minggu / 14-06-2026, 08:13 WIB






