"Jakarta tidak hanya dibangun oleh beton dan jalan raya. Jakarta dibangun oleh kenangan, budaya, dan karya-karya yang menjaga jiwanya tetap hidup," ujarnya.

"Jakarta telah menjadi bagian dari kisah terbesar dalam hidup saya. Dari Jakarta, perjalanan karya saya bermula dan bertumbuh hingga berbagai kota di dunia.

Melalui pameran ini, saya mempersembahkan sebuah surat cinta untuk Jakarta sebagai ungkapan syukur atas perjalanan yang telah Tuhan berikan dan sebagai penghormatan menuju 500 tahun Jakarta.

Sebuah kota yang bukan hanya dibangun oleh gedung dan jalan, tetapi oleh jutaan kisah manusia di dalamnya," jelasnya.

Sasya berharap melalui karya-karya yang hadir dalam pameran ini dapat mengajak kita untuk melihat Jakarta dengan cara yang lebih hening, lebih dekat, dan lebih mendalam.

>>> Ratusan Kepala SMA/SMK di Sulsel Ancam Mundur Massal Terkait Dana BOS

"Bukan hanya sebagai sebuah kota, tetapi sebagai ruang kehidupan yang menyimpan begitu banyak cerita, harapan, dan keindahan," tukasnya.

Sebagai seniman yang telah berkarya selama lebih dari tiga dekade, Sasya mengaku tantangan terbesar adalah waktu. "Karena saya harus mempersembahkan yang terbaik.

Boleh minimalis tapi harus tetap modern dan kontemporer," tukasnya.

Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan

Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta memberikan dukungan terhadap pameran ini sebagai bagian dari pelestarian memori kolektif warga kota.

Ruang kebudayaan dinilai strategis dalam membentuk identitas kota global.

Sri Kusumawati, Kepala Unit Pengelolaan Museum Seni Provinsi DKI Jakarta, dalam pembukaan pameran ini menyatakan bahwa Jakarta tengah mempersiapkan diri menyambut usia 5 abad pada tahun 2027.

"500 tahun bukanlah sekadar angka, melainkan perjalanan panjang sebuah kota yang tumbuh dari pelabuhan kecil menjadi pusat peradaban, perdagangan, budaya, dan keberagaman yang dikenal dunia," kata Sri.