Melalui karya-karya abstrak yang ditampilkan Sasya Tranggono, mengajak kita melihat Jakarta bukan hanya sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai ruang gagasan, ruang kenangan, dan ruang harapan.

"Seni memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk menafsirkan perjalanan kota ini dari sudut pandang yang berbeda-beda.

Namun tetap dalam semangat yang sama, mencintai Jakarta dan membayangkan masa depannya," tukas Sri.

"Saya berharap pameran ini dapat menjadi ruang dialog yang mempertemukan seniman, masyarakat, generasi muda, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama merefleksikan perjalanan Jakarta serta merancang harapan menuju masa depan yang lebih inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.

Semoga pameran ini memberikan inspirasi bagi kita semua dalam menyongsong Jakarta 500 tahun," terang Sri.

Leonardo A.

Putong selaku Ketua Panitia Penyelenggara Pameran Tunggal Sasya Tranggono di LAFLO Menteng mengatakan bahwa pameran ini menjadi langkah awal rangkaian kegiatan seni dan budaya menuju 500 tahun Jakarta pada 22 Juni 2027.

"Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi antara seniman, pelaku budaya, dan industri kreatif dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.

>>> Kejagung Selidiki Pengadaan Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis

Seni dan budaya berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif," pungkasnya.