Tujuh Poin Permohonan Peternak

Untuk mengatasi kejatuhan harga, kelompok peternak melayangkan tujuh poin permohonan kepada regulator. Pertama, memperluas jangkauan pemasaran produk perunggasan di ritel modern nasional.

Peternak meminta jaminan ketersediaan stok ayam karkas segar, ayam beku, dan telur di minimarket, supermarket, serta hypermarket.

Kedua, pembentukan program penyerapan hasil ternak secara konsisten melalui Bulog atau BUMN Pangan.

Skema penyerapan protein hewani ini diharapkan meniru mekanisme pengelolaan gabah dan beras untuk mengantisipasi oversupply.

Ketiga, integrasi produk unggas ke dalam proyek strategis pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bansos penanganan stunting.

Keempat, penguatan rantai dingin (cold chain) antarwilayah melalui optimalisasi cold storage untuk memangkas ketimpangan harga antarpulau.

Kelima, pembuatan basis data peta produksi dan tingkat konsumsi unggas nasional yang lebih presisi, mengingat 70% populasi ayam pedaging dan petelur masih terpusat di Pulau Jawa.

"Ke depan, investasi peternakan baru diharapkan diarahkan ke wilayah potensial di luar Jawa yang masih memiliki ruang pertumbuhan konsumsi dan kebutuhan protein hewani tinggi," lanjut Kusnan.

Keenam, pembentukan Cadangan Protein Hewani Nasional yang bersumber dari ayam dan telur sebagai instrumen penyangga pangan darurat.

>>> Achraf Hakimi Cetak Rekor Piala Dunia di Tengah Kasus Hukum

Terakhir, peternak mencanangkan program "Ayam Rakyat Lawan Stunting" untuk membantu pasokan gizi bagi keluarga rentan.