Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terus berkoordinasi untuk menyelesaikan gangguan pasokan listrik yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Jawa.

Pelaksana tugas (Plt.

>>> Vidio Siarkan Eksklusif UFC Freedom Night 250 dari Gedung Putih

) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno enggan mengonfirmasi dugaan kerusakan teknis di PLTGU Jawa 1 sebagai pemicu utama.

"Kami terus melakukan koordinasi untuk memastikan agar gangguan segera teratasi," ujar Tri Winarno.

Analisis Berbeda dari IESR

Institute for Essential Service Reform (IESR) memberikan analisis berbeda.

CEO IESR Fabby Tumiwa menduga pemadaman bergilir dipicu rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU di sistem Jawa-Bali.

"Keterbatasan pasokan batu bara membuat HOP di bawah batas aman," kata Fabby Tumiwa.

Kementerian ESDM membantah isu menipisnya stok batu bara. Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan tidak ada kekurangan batu bara.

>>> Dong Tian Yao Tekuk Mohammad Zaki Ubaidillah di Semifinal Australian Open 2026

"Tidak ada batu bara menipis. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis.

Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang," jelas Dwi Anggia.

Ia menambahkan bahwa informasi detail mengenai penurunan pasokan akibat kendala di PLTGU Jawa 1 belum diterima secara resmi.

PLN memastikan kondisi jaringan kelistrikan saat ini sudah aman dan terkendali.

EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menyatakan sistem kelistrikan Jawa beroperasi dengan baik meskipun ada kendala operasional.

>>> Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Libur Nasional, Tidak Ada Cuti Bersama

Pernyataan ini merespons kepanikan di media sosial mengenai potensi blackout. "Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait blackout, PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi," kata Gregorius.