Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) menggelar serangkaian rapat maraton untuk mengatasi pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jawa.

Langkah evaluasi intensif ini diambil pemerintah dan BUMN terkait demi memastikan gangguan serupa tidak terulang di masa mendatang.

>>> Investor Asing Belum Kembali ke Bursa Saham Indonesia, Jual Bersih Capai Rp80 Triliun

Pertemuan tingkat tinggi dilaporkan telah dimulai oleh jajaran menteri dan berlanjut hingga ke tingkat direktorat jenderal untuk membahas langkah mitigasi komprehensif.

Koordinasi Intensif dan Jaminan Pasokan

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengonfirmasi rangkaian koordinasi intensif yang melibatkan jajaran direksi PLN pada Jumat (12/6/2026).

"Hari kemarin juga ada pertemuan Pak Menteri dengan PLN, terus hari ini kayaknya Pak Dirjen (Ketenagalistrikan) juga lagi ada rapat dengan direksinya (PLN)," ujar Ahmad Erani.

Pihak kementerian juga memberikan jaminan mengenai ketersediaan bahan baku pembangkit untuk memastikan operasional kelistrikan berjalan normal.

>>> Semen Indonesia Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Targetkan Pasar AS

"Secara umum sih nggak ada (isu kekurangan pasokan batu bara) seharusnya nggak ada. Kan sejak awal sudah diputuskan berapa kebutuhan PLN batu baranya," kata Ahmad Erani.

Evaluasi berkala terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kendala teknis maupun nonteknis yang dapat mengganggu distribusi daya di area Jawa.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa penanganan gangguan sistem kelistrikan sedang dipercepat. "Kemarin memang ada, belum maksimal.

>>> Pemprov DKI Padamkan Lampu Satu Jam pada 13 Juni 2026

Ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan," kata Bahlil.