World Bank Minta Indonesia Perkuat Penerimaan Negara Demi Ekonomi
World Bank mengingatkan Indonesia untuk memperkuat penerimaan negara demi mendorong perekonomian domestik.
Hal itu disampaikan dalam laporan terbaru berjudul Managing Risks, Unlocking Productivity yang dirilis pada Sabtu (13/6/2026).
>>> Investor Asing Borong Saham PANI Sepuluh Pekan Beruntun
Lembaga keuangan internasional itu menyoroti posisi Indonesia yang masih mencatatkan tingkat penerimaan rendah. Perbandingannya dengan negara-negara berpendapatan menengah atas lainnya.
"Dengan rasio penerimaan pemerintah umum yang hanya mencapai 14,6% terhadap produk domestik bruto pada 2024, Indonesia masih berada di antara negara berpendapatan menengah atas dengan tingkat penerimaan terendah," tulis World Bank dalam laporannya.
Menurut laporan tersebut, penguatan sektor penerimaan membutuhkan keseimbangan antara reformasi kebijakan dan administrasi perpajakan.
Dari sisi kebijakan, prioritas tertuju pada peninjauan serta rasionalisasi insentif pajak secara sistematis guna memperluas basis pajak.
World Bank juga menilai reformasi terhadap rezim pajak penghasilan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah perlu dilakukan.
Penyesuaian ambang batas pendaftaran pajak pertambahan nilai juga dinilai dapat mendorong formalisasi usaha dan transisi menuju sistem perpajakan umum.
>>> Hati-Hati, Konsumsi Keju Berlebihan Bisa Berbahaya bagi Kesehatan
Di bidang administrasi, peningkatan kepatuhan berbasis risiko diupayakan lewat pemanfaatan data pihak ketiga, penerapan e-invoicing, dan penggunaan analitik data.
Langkah ini didukung oleh modernisasi teknologi informasi serta penguatan proses pemeriksaan dan penyelesaian sengketa pajak.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga Mei 2026 mencapai Rp834,4 triliun.
Angka ini tumbuh 22,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp683,3 triliun.
Purbaya memaparkan bahwa perolehan pajak hingga akhir Mei tersebut telah memenuhi 35,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.
>>> Manchester United Kejar Matheus Fernandes untuk Perkuat Lini Tengah
Penerimaan dari sektor bea dan cukai naik tipis 0,6% secara year-on-year menjadi Rp100,6 triliun, atau 29,9% dari APBN.
Update Terbaru
Portugal Diunggulkan Kalahkan RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:04 WIB
Cara Legal Nonton Piala Dunia 2026 di HP dan TV
Rabu / 17-06-2026, 16:04 WIB
Jadwal Piala Dunia 2026 17 Juni: Prancis vs Senegal, Argentina vs Aljazair
Rabu / 17-06-2026, 16:04 WIB
Ford Pamerkan Pickup Listrik Mungil Sebelum Peluncuran 2027
Rabu / 17-06-2026, 16:00 WIB
Harga Mobil Bekas Masih Tinggi Akibat Dampak Pandemi Covid-19
Rabu / 17-06-2026, 15:59 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia April 2026 Tembus 439,8 Miliar Dollar AS
Rabu / 17-06-2026, 15:59 WIB
Inggris Hadapi Ujian Berat Melawan Kroasia di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 15:57 WIB
Wayne Rooney Kritik Pemanggilan Trevoh Chalobah oleh Thomas Tuchel
Rabu / 17-06-2026, 15:56 WIB
Lionel Messi Pimpin Top Skor Piala Dunia 2026 Usai Cetak Hattrick
Rabu / 17-06-2026, 15:56 WIB
Jadwal Lengkap Timnas Mobile Legends Indonesia di Kualifikasi Asian Games 18-21 Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 15:56 WIB
Zurich Asuransi dan Home Credit Jalin Kerja Sama Perluas Proteksi Gadget
Rabu / 17-06-2026, 15:56 WIB
DEN Prediksi Digitalisasi Bisa Hemat Anggaran Hingga Rp2.000 Triliun
Rabu / 17-06-2026, 15:56 WIB
Prodia Digital Luncurkan Fitur Pembayaran U-aang di Aplikasi U by Prodia
Rabu / 17-06-2026, 15:56 WIB
Lionel Messi Pimpin Top Skor Piala Dunia 2026 dan Samai Rekor Klose
Rabu / 17-06-2026, 15:55 WIB






