Padukan dengan Sumber Serat

Keju bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang jika dikombinasikan dengan makanan kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.

Contoh kombinasi sehat: salad sayur dengan taburan keju, roti gandum isi sayuran dan keju, omelet sayur dengan sedikit keju, atau keju dengan buah segar seperti apel dan pir.

Di Indonesia, keju bisa dipadukan dengan jagung rebus, kentang kukus, sandwich sayuran, atau tumisan sayur sebagai penambah rasa, tanpa harus selalu menjadi pelengkap makanan cepat saji.

Penelitian dalam The Lancet tahun 2019 menunjukkan, asupan serat tinggi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker kolorektal.

Serat membantu memperlambat pencernaan sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Keju dan sayur atau buah saling melengkapi gizi.

Keju menyediakan protein, kalsium, fosfor, dan vitamin B12, sementara sayur dan buah kaya serat, vitamin, mineral, serta fitokimia.

Meski demikian, konsumsi keju tetap harus wajar. Satu porsi keju sekitar 30 gram atau setara satu potong kecil keju keras seperti cheddar.

>>> 5 Kafe Kopi Enak dan Estetik di Gading Serpong untuk Nongkrong

Pendekatan gizi modern menekankan pentingnya pola makan secara keseluruhan, bukan hanya satu jenis makanan. Manfaat kesehatan ditentukan oleh kombinasi makanan yang dikonsumsi bersama serta pola makan sehari-hari.