Pemerintah Amerika Serikat secara resmi melarang warga negara asing mengakses model kecerdasan buatan terbaru dari Anthropic, Fable 5 dan Mythos 5.

Keputusan ini diumumkan pada Selasa (9/6/2026) atas dasar pertimbangan keamanan nasional.

>>> Agentic AI Siap Ubah Fundamental Operasional dan Model Bisnis Perusahaan

Perintah kontrol ekspor diterbitkan oleh Sekretaris Perdagangan AS, Howard Lutnick, dengan dukungan Biro Industri dan Keamanan (BIS).

Larangan ini berlaku bagi warga asing di dalam maupun luar wilayah AS, termasuk karyawan asing di Anthropic.

Anthropic pun menonaktifkan akses kedua model AI tersebut secara global untuk mematuhi direktif pemerintah.

Fable 5 dan Mythos 5 baru saja diluncurkan dan diklaim sebagai sistem AI paling kuat yang pernah dikembangkan perusahaan.

Risiko Keamanan Siber dan Biologi

Otoritas keamanan AS menilai kekuatan besar teknologi ini membawa risiko tinggi jika jatuh ke tangan yang salah.

Tanpa pengamanan ketat, kemampuan Fable 5 dalam keamanan siber dapat disalahgunakan untuk menyebabkan kerusakan serius.

Fable 5 dan Mythos 5 dibangun di atas fondasi teknis yang sama namun memiliki target pengguna dan protokol berbeda.

>>> Google Hadirkan Fitur Daily Brief untuk Ringkasan Harian di Gemini

Fable 5 ditujukan untuk publik umum dengan protokol keamanan sangat ketat, sedangkan Mythos 5 hanya untuk mitra terpercaya tanpa pembatasan.

Keputusan intervensi langsung pemerintah ini menandai preseden penting karena melibatkan teknologi berkemampuan ganda untuk sipil dan militer.

Industri teknologi kini menghadapi tantangan besar terkait operasional lintas batas dan kolaborasi talenta global.

Kebijakan ini dinilai dapat meminimalisasi risiko serangan siber berskala besar dan penyalahgunaan data biologis.

Namun, pembatasan tersebut juga berpotensi menghambat inovasi global dan merugikan pengguna legal di luar AS.

Saat ini, akses global terhadap Fable 5 dan Mythos 5 masih ditangguhkan sepenuhnya oleh Anthropic.

>>> Garuda AI Impact Summit 2026 Soroti Tantangan Tata Kelola Teknologi

Perusahaan sedang mencari solusi teknis agar dapat mematuhi mandat pemerintah tanpa memutus akses bagi warga negara AS yang sah.