Penyerang tim nasional Belanda, Donyell Malen, menjadi sorotan tajam akibat performanya yang kurang efisien di depan gawang lawan dalam beberapa laga terakhir.

Pemain AS Roma itu awalnya diproyeksikan mengisi lini depan Oranje bersama Memphis Depay dan Cody Gakpo.

>>> Timnas Indonesia Melesat ke Peringkat 118 FIFA Usai Bungkam Oman dan Mozambik

Namun, kritik muncul karena Malen dinilai terlalu banyak membuang peluang emas selama empat pertandingan persiapan menjelang Piala Dunia 2026.

Pelatih Belanda, Ronald Koeman, tidak menampik bahwa anak asuhnya kurang efektif di area penalti. Meski demikian, ia tetap memercayai ketajaman mantan pemain Arsenal tersebut.

"Dia sudah menunjukkan kalau dia bisa mencetak gol. Dia belum sepenuhnya lupa bagaimana mencetak gol," ujar Koeman dikutip dari Football Italia.

"Bakal lebih mengkhawatirkan kalau komitmennya menurun. Tapi bukan ini yang terjadi," tambahnya.

Koeman juga mengakui bahwa efisiensi menjadi faktor penentu dalam sepak bola. "Memang efisiensi itu menentukan di sepakbola.

>>> 5 Zodiak yang Suka Memanfaatkan Kebaikan Orang Lain Menurut Astrologi

Hal ini yang sangat rendah, terlalu rendah," ungkapnya.

Sebelumnya, posisi Malen di skuad sempat menguat berkat performa impresif di level klub.

Sejak dipinjamkan Roma dari Aston Villa pada Januari lalu, pemain berusia 27 tahun itu mencetak 15 gol dari 20 penampilan di seluruh kompetisi.

Namun, ketajaman itu belum menular saat membela tim nasional. Malen absen mencetak gol dalam empat laga terakhir yang menjadi pemanasan menuju Piala Dunia 2026.

>>> Peluang Bisnis di Era AI dan Tantangan Ekonomi Menurut Sandiaga Uno

Belanda sendiri tergabung di Grup F putaran final Piala Dunia 2026 bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia.