Pembalap Ducati, Pecco Bagnaia, mengakui bahwa motor Honda RC213V memiliki sistem start terbaik di MotoGP saat ini. Menurutnya, keunggulan itu mengalahkan pabrikan besar seperti Ducati, Aprilia, dan KTM.

"Kenyataannya adalah saat ini, Honda adalah motor yang memiliki start lebih baik," kata Bagnaia di Balaton Park, seperti dilansir dari Bola.

>>> Folarin Balogun Cetak Dua Gol, AS Hajar Paraguay 4-1 di Piala Dunia 2026

Ia menambahkan bahwa kelebihan mekanis ini membuat pembalap rival kesulitan saat berada di dekat motor Honda ketika balapan baru dimulai.

"Ketika Anda dekat dengan Honda di awal balapan, secara harfiah, Anda akan kehilangan posisi Anda," ujarnya.

Performa start impresif Honda juga diperkuat oleh catatan internal tim.

Pembalap pabrikan Luca Marini mengungkapkan bahwa ia mencetak rekor baru saat start menggunakan RC213V dengan akselerasi 0-100 km/jam di bawah 2,0 detik selama latihan start di Barcelona musim lalu.

Marini mengakui catatan akselerasi tersebut jauh lebih impresif dibandingkan pencapaiannya saat masih membela tim VR46 Ducati.

>>> Amerika Serikat Puncaki Grup D Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Paraguay 4-1

Masalah Start Ducati

Di sisi lain, Bagnaia mengaku masih menghadapi kendala besar dalam mengoptimalkan start motor Ducati Desmosedici GP25. "Saya rasa kami kehilangan performa start dibandingkan tahun 2024.

Tahun lalu memang kami memulai dengan cukup baik, tetapi motor sering mengalami wheelie dan tahun ini juga," katanya.

Tim teknis Ducati terus melakukan evaluasi untuk mengatasi hambatan akselerasi awal. Mekanik sempat menerapkan perubahan pengaturan elektronik sebelum balapan utama di Mugello.

"Memahami alasannya tidak mudah, tetapi hal yang kami coba pada hari Minggu di Mugello, dari sisi elektronik, lebih baik.

Jadi mungkin mulai sekarang kami akan meningkatkan start kami," lanjut Bagnaia.

>>> Amerika Serikat Hajar Paraguay 4-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Masalah wheel slip kembali dialami Bagnaia pada fase awal balapan di MotoGP Hungaria. Namun, situasi tersebut justru menghindarkannya dari insiden kecelakaan fatal di Tikungan 1.