Prof Bayu Dwi Apri Nugroho, anggota tim peneliti sekaligus pakar agrometeorologi FTP UGM, menyebutkan bahwa keberadaan baterai cadangan sangat efektif dalam memangkas pengeluaran operasional listrik.

"Cadangan baterai pada PLTS Hybrid membantu menekan biaya konsumsi listrik karena hanya menyerap listrik ketika daya baterai habis," jelasnya.

Digitalisasi Pertanian Lewat Internet of Things

Modernisasi lahan di Sleman ini kian lengkap dengan penyematan teknologi Internet of Things (IoT).

Perangkat sensor digital dipasang untuk merekam data kondisi tanah dan dinamika cuaca secara real time agar manajemen pertanian berjalan lebih presisi.

Proses adopsi teknologi ini berjalan inklusif dengan melibatkan warga setempat secara aktif.

Para peneliti mendampingi pengelola BUMDes, anggota kelompok tani, hingga pemuda karang taruna mulai dari tahapan perakitan alat hingga penyusunan panduan operasional.

Menurut Prof Bayu Dwi Apri Nugroho, kombinasi PLTS dan agrovoltaic merupakan langkah strategis dalam memitigasi dampak buruk perubahan iklim global yang kian mengancam produktivitas sektor agraria.

>>> Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia Diprediksi Tembus 30% Pasar pada 2026

"Kita mengikutsertakan BUMDes Amarta dalam penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) sederhana, sehingga keberlanjutan program dapat terjamin," paparnya.