Penjaga gawang berusia 22 tahun, Robin Roefs, berhasil menembus skuad Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026.

Perjalanan kariernya yang luar biasa dalam beberapa musim terakhir menjadi kunci pencapaian ini.

>>> Kanada vs Bosnia-Herzegovina di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026

Kiper kelahiran Heeswijk-Dinther ini mengalami lonjakan karier yang sangat cepat.

Ia berkembang dari akademi NEC Nijmegen hingga menjadi pilar penting di Eredivisie, sebelum akhirnya melanjutkan karier ke Premier League bersama Sunderland.

Keputusan The Black Cats merekrutnya sempat mengejutkan banyak pihak.

Langkah berani ini diambil ketika sejumlah klub raksasa Belanda, seperti Ajax dan PSV Eindhoven, juga sedang berburu penjaga gawang baru.

Kepercayaan penuh dari Sunderland langsung dibayar lunas melalui penampilan impresif pada musim perdana.

Performa konsisten di Inggris membuat namanya semakin diperhitungkan hingga berbuah panggilan memperkuat Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026.

Karakter Kuat Sejak Kecil

Karakter kuat Robin Roefs sudah terlihat sejak masa kecilnya di rumah.

Sang ibu mengenang bahwa putranya tidak pernah bisa diam dan menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk bermain sepak bola.

"Dia selalu sibuk melakukan sesuatu. Tidak bisa diam.

Selalu bermain bola di luar rumah, bermain bola di dalam rumah. Dan dia selalu ingin menang," kenangnya.

Saat berumur sembilan tahun, Robin Roefs sempat mengalami insiden patah hidung dalam sebuah pertandingan di kampung halamannya. Peristiwa tersebut sempat membuat pihak keluarga merasa cemas.

"Saya sempat berpikir mungkin dia akan berhenti menjadi kiper. Tetapi dia benar-benar menyukai posisi itu.

Jadi dia tetap melanjutkannya," ujarnya.

Bakat besarnya kemudian terasah di akademi NEC Nijmegen.

Walau mengawali karier sebagai penjaga gawang pelapis, dia tidak membutuhkan waktu lama untuk mengamankan posisi utama di setiap kelompok umur.