Pada paruh kedua kompetisi musim berikutnya, ia menjelma menjadi sosok vital dalam mendulang poin penting bagi tim.

"Salah satu pertandingan yang paling saya ingat adalah saat melawan Utrecht di kandang lawan. Kami sangat membutuhkan poin dan Robin tampil luar biasa.

Dia membuat penyelamatan penting pada menit-menit akhir," kata Rogier Meijer lagi.

Penyesalan Klub Raksasa Eredivisie

Sebelum terbang ke Inggris, performa apik Robin Roefs sebenarnya masuk dalam radar pantauan Ajax dan PSV Eindhoven. Kedua tim papan atas Belanda tersebut sedang aktif berburu kiper baru.

Kendati demikian, transfer tersebut tidak pernah terwujud karena adanya keraguan internal dari kedua klub. Wilfred Brookhuis mengungkapkan bahwa faktor harga kemungkinan menjadi ganjalan bagi mereka.

"Ajax mencari kiper. PSV juga mencari kiper.

Tetapi mereka tidak yakin atau mungkin menganggap harganya terlalu mahal," ujar Brookhuis.

Sunderland mengambil langkah sebaliknya dengan berani mengambil risiko untuk memboyong sang pemain. Keputusan tersebut terbukti membuahkan hasil manis di kompetisi seketat Premier League.

"Yang berani memilihnya justru Sunderland. Dan sekarang kita bisa melihat hasilnya."

Wilfred Brookhuis menambahkan bahwa Ajax dan PSV kini berpotensi menyesali keputusan mereka. Robin Roefs telah membuktikan kapasitasnya sebagai penjaga gawang level tertinggi di kompetisi Inggris.

"Dia menunjukkan di Premier League bahwa dirinya adalah penjaga gawang top."

Proses Adaptasi Mulus di Sunderland

Langkah pindah ke Sunderland terbukti menjadi batu loncatan yang sangat tepat bagi karier internasionalnya. Atmosfer klub yang suportif membuat proses adaptasi berjalan tanpa hambatan berarti.

Kondisi lingkungan di klub barunya bahkan dirasakan sangat akrab oleh pihak keluarga.

Sang ibu menyebutkan bahwa suasana kekeluargaan di Sunderland mirip dengan apa yang mereka rasakan di NEC Nijmegen.