Mantan pelatih akademi NEC, Wilfred Brookhuis, mengakui bahwa memprediksi masa depan pemain muda bukanlah hal mudah. Namun, dirinya melihat ada atribut khusus yang membuat Robin Roefs tampil berbeda.

"Dia sangat tenang. Sangat sopan.

Dia tahu apa yang ingin dia lakukan. Itu sangat penting," katanya.

Kemampuan menerima instruksi serta keinginan untuk terus berkembang menjadi kelebihan utama sang kiper. Wilfred Brookhuis menilai sifat mudah dilatih ini mempermudah proses diskusi demi mendongkrak performanya di lapangan.

"Dia sangat mudah dilatih. Kami bisa berdiskusi dengannya, dan dia memikirkan masukan yang diberikan.

Bersama-sama kami bisa membantunya berkembang," lanjutnya.

Postur tubuh yang menjulang membuat Robin Roefs tampak mencolok sejak usia 15 tahun. Penilaian positif juga datang dari pelatih lain di akademi NEC Nijmegen yang memantau perkembangannya.

"Dia berbeda dari pemain lain. Dia memiliki sesuatu yang lebih," kata pelatih lain yang pernah memantaunya di akademi NEC.

Titik Balik Karier di NEC Nijmegen

Momen krusial dalam karier Robin Roefs terjadi pada pertandingan sengit melawan Utrecht. Dirinya mendadak harus masuk ke lapangan untuk menggantikan kiper utama tanpa menjalani pemanasan yang ideal.

>>> Bosnia dan Herzegovina Hadapi Kanada di Laga Perdana Grup B Piala Dunia 2026

Situasi penuh tekanan tersebut justru berhasil diatasi dengan sangat baik. Mantan staf pelatih NEC, Rogier Meijer, memuji kesiapan mental sang pemain yang tampil layaknya penjaga gawang berpengalaman.

"Dia masuk tanpa pemanasan, tetapi berdiri di bawah mistar seperti kiper senior. Dia membuat beberapa penyelamatan luar biasa," ujar Rogier Meijer.

Pertandingan tersebut meyakinkan pihak klub bahwa Robin Roefs merupakan aset jangka panjang yang tepat.