“Saya tidak melihat itu akan terjadi dari kedua sisi.

Florentino Perez tidak akan melihat Luis Enrique karena masa lalunya, dan Luis Enrique juga rasanya jauh lebih tidak tertarik kepada Real Madrid,” kata Morientes.

Saat ini, Enrique sendiri masih terikat kontrak bersama PSG hingga 2027. Namun, hubungan dingin dengan Madrid memang sudah berlangsung sangat lama.

>>> Konflik Internal Pecah, Real Madrid Terancam Gagal Raih Trofi

Dari Madrid ke Barcelona, Hubungan Memburuk

Luis Enrique sebenarnya pernah menjadi bagian penting Real Madrid.

Setelah tampil impresif bersama Sporting Gijon, ia direkrut Los Blancos dan tampil lebih dari 200 kali untuk klub ibu kota Spanyol tersebut.

Meski sempat memenangkan gelar La Liga pada 1995, Enrique mengaku tidak pernah benar-benar merasa dicintai suporter Madrid.

“Saya jarang sekali merasa dihargai oleh para pendukung Real Madrid,” ucap Enrique dalam sebuah kesempatan.

Situasi makin panas ketika Enrique memutuskan pindah ke Barcelona secara gratis pada musim panas 1996. Keputusan itu langsung memicu kontroversi besar karena rivalitas sengit kedua klub.

“Saya memang selalu penggemar Barca. Awalnya penggemar Sporting, lalu Barca.

Setelah meninggalkan Madrid dan resmi bergabung, saya menelepon saudara saya yang memang fanatik Barca sejak kecil dan berkata, ‘Sekarang kita benar-benar akan menikmati semuanya’,” ujar Enrique.

Di Barcelona, Enrique justru berkembang menjadi ikon klub.

Ia bahkan beberapa kali mencetak gol ke gawang Real Madrid dalam laga El Clasico dan terkenal dengan selebrasi emosionalnya di depan publik Santiago Bernabeu.

“Bagi pemain Barca, selalu menyenangkan ketika dicemooh di Santiago Bernabeu,” katanya.

Hubungan itu semakin memburuk ketika Enrique sukses membawa Barcelona meraih treble pada 2015 sebagai pelatih.

Belakangan, ia juga sempat dituding anti-Madrid saat menangani Timnas Spanyol karena hanya membawa sedikit pemain Real Madrid ke 2022 FIFA World Cup.

Bahkan saat ditanya soal kemungkinan melatih Real Madrid suatu hari nanti, Enrique menjawab dengan nada bercanda namun tegas.

“Saya rasa belum pernah ada orang dalam sejarah yang menjadi pemain dan pelatih untuk Barca dan Madrid. Saya sebenarnya bisa memecahkan rekor itu.

>>> PB Akuatik Indonesia Targetkan Pembentukan Asosiasi Polo Air pada Juni 2026

Tapi saya tidak akan melakukannya,” ujar Enrique.