Keberhasilan Luis Enrique membawa Paris Saint-Germain ke final UEFA Champions League kembali mengangkat statusnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia saat ini.

PSG memastikan tiket final usai menyingkirkan Bayern Munich di Allianz Arena. Enrique kini berpeluang mencetak sejarah baru di kompetisi elite Eropa tersebut.

>>> Empat Tim Amankan Tiket Semifinal Piala Uber 2026

Jika PSG mampu mengalahkan Arsenal di final Budapest pada 30 Mei mendatang, Enrique akan menjadi pelatih kedua yang sukses menjuarai Liga Champions secara beruntun.

Sebelumnya, pencapaian itu hanya mampu dilakukan oleh Zinedine Zidane bersama Real Madrid pada periode 2016 hingga 2018.

Peluang Enrique ke Real Madrid Dinilai Mustahil

Situasi itu memunculkan pertanyaan menarik di Spanyol.

Di tengah krisis yang dialami Real Madrid dan kemungkinan pergantian pelatih musim panas nanti, nama Luis Enrique justru hampir tidak pernah dikaitkan secara serius dengan Santiago Bernabeu.

Padahal, Enrique adalah pelatih asal Spanyol dan pernah membela Real Madrid sebagai pemain pada periode 1991 sampai 1995.

Namun, hubungan rumit Enrique dengan Real Madrid membuat kemungkinan reuni tersebut dianggap nyaris mustahil.

Masa lalunya bersama Barcelona menjadi alasan utama mengapa kedua pihak diyakini sulit bersatu kembali.

Mantan bek Barcelona yang juga eks rekan setim Enrique, Abelardo Fernandez, ikut membahas isu tersebut saat tampil dalam siaran Movistar+ usai semifinal Liga Champions.

“Saya tidak ingin Luis Enrique pergi ke Real Madrid karena dia yang terbaik. Tapi itu akan luar biasa.

Itu bakal jadi bom besar,” ujar Abelardo.

Komentar itu langsung ditanggapi mantan striker Real Madrid, Fernando Morientes. Menurut Morientes, hubungan masa lalu Enrique dengan Barcelona membuat peluang itu hampir mustahil terjadi.