Perusahaan teknologi global Yandex secara resmi meluncurkan rangkaian solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk sektor telekomunikasi di Indonesia.

Solusi tersebut mencakup bantuan pelanggan bertenaga AI, asisten panggilan virtual, dan sistem layanan mandiri. Teknologi ini diharapkan mempercepat langkah operator seluler dalam merespons kebutuhan pelanggan digital.

>>> WhatsApp, Instagram, dan Facebook Alami Gangguan Massal di Berbagai Negara

CEO of Yandex Search International, Alexander Popovskiy, menyatakan bahwa penyedia layanan telekomunikasi memiliki peran strategis dalam memperluas adopsi AI.

Hal ini didukung basis pengguna masif, reputasi merek, dan infrastruktur distribusi yang matang.

Menurut Alexander, faktor-faktor tersebut menjadi fondasi bagi operator untuk meluncurkan produk AI dalam skala nasional. Implementasi ini juga memberi peluang besar untuk memberikan nilai tambah langsung kepada pelanggan.

"Kami meyakini masyarakat Indonesia sudah siap naik level dalam adopsi AI, baik bagi konsumen maupun perusahaan," ujar Alexander dalam keterangan pers, Jumat (12/6/2026).

Yandex menawarkan beberapa skema kolaborasi fleksibel.

>>> Facebook dan Messenger Alami Gangguan Global, Jutaan Pengguna Terdampak

Operator dapat mengintegrasikan layanan ke platform AI Yandex yang sudah ada, atau menanamkan teknologi tersebut ke sistem internal mereka.

"Operator juga dapat meluncurkan produk AI tersendiri menggunakan teknologi Yandex dengan identitas merek mereka sendiri," tambah Alexander.

Alexander menambahkan bahwa operator seluler di Indonesia memiliki modal besar untuk memimpin tren adopsi AI berkat jangkauan jutaan pelanggan setia.

Kemitraan ini diharapkan memotong waktu tunggu masyarakat dalam merasakan manfaat AI.

"Dengan dukungan tersebut, manfaat nyata AI dapat dihadirkan tanpa perlu menunggu lebih lama.

>>> Gangguan Massal Meta Lumpuhkan Akses Facebook dan Instagram

Mereka hanya perlu perangkat tepat dan keahlian yang kami miliki setelah bertahun-tahun membangun kapasitas AI," tegas Alexander.